100.000 UMKM ASEAN Siap Hadapi Era AI dengan Program AIM

·

·



Peran UMKM dalam Perekonomian Asia Tenggara

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini menjadi tulang punggung perekonomian Asia Tenggara. Dengan perkembangan teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (AI), sektor ini semakin memiliki peluang untuk tumbuh dan bersaing di pasar global. Untuk menjawab tantangan tersebut, ASEAN Foundation meluncurkan program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN).

Program ini bekerja sama dengan sembilan organisasi dari negara-negara ASEAN dan bertujuan memberikan pelatihan AI bagi 100.000 pelaku UMKM di kawasan Asia Tenggara. Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM. Materinya fokus pada penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, penjualan online, dan pengelolaan keuangan.

Menurut Srisangnam, pelatihan AIM ASEAN disusun dengan pendekatan praktis dan menyesuaikan konteks lokal masing-masing negara. Harapannya, para pelaku UMKM bisa langsung mengaplikasikan AI dalam operasional harian mereka untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Selain pelatihan, program ini juga akan menggelar forum nasional dan regional yang melibatkan pembuat kebijakan dan para pakar. Tujuannya adalah membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM berbasis AI.

\”Program ini merupakan hasil kolaborasi ASEAN Foundation dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta didukung oleh Google.org dan Asian Development Bank (ADB),\” tambah Srisangnam. Ia pun optimis, AIM ASEAN menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan UMKM menghadapi era digital sekaligus mendukung visi besar ASEAN Vision 2045 yaitu menciptakan ekonomi regional yang tangguh, inklusif, dan berorientasi masa depan.

\”Membantu UMKM memanfaatkan AI bukan hanya soal peningkatan efisiensi, tapi juga untuk mendorong kesejahteraan jangka panjang di Asia Tenggara,\” tegasnya.

Program Regional yang Menjangkau Seluruh ASEAN

CEO AVPN Naina Subberwal Batra menyampaikan bahwa transformasi tenaga kerja di era AI adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi berbasis dampak. \”Melalui AI Opportunity Fund, kami bekerja dengan mitra lokal yang memahami kebutuhan komunitas dan sektor masing-masing. Ini penting agar pelatihan tetap relevan, inklusif, dan mudah diakses,\” jelas Naina.

Ia percaya, setiap pekerja termasuk dari kalangan UMKM, harus punya kesempatan yang sama untuk mendapat manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Program AIM ASEAN berlangsung selama dua tahun dan merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia-Pacific Phase 2. Program inisiatif tersebut juga telah mendapat dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on MSMEs (ACCMSME) sebagai bagian dari strategi ASEAN untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil.

Selain membekali pemilik usaha dengan keterampilan AI yang bisa langsung diterapkan, AIM ASEAN juga diharapkan menjadi katalisator menuju ekonomi ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, sejalan dengan tujuan ASEAN Vision 2045.

Berikut daftar sembilan organisasi lokal dari negara anggota ASEAN yang terlibat dalam program ini:

  • Brunei Darussalam: Big BWN Project
  • Thailand, Vietnam, Kamboja: Kenan Foundation Asia
  • Indonesia: KUMPUL Impact dan Kaizen Collaborative Impact
  • Laos: XM Technovator (XMT)
  • Malaysia: Universiti Teknologi PETRONAS – ASEAN Student Association (UTP-ASA)
  • Myanmar: SMEHub Asia
  • Filipina: Limitless Lab
  • Singapura: Project Asia Data

Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »