Tips Berkendara dengan Top Box di Motor
Bagi pengguna motor yang ingin menambah kapasitas penyimpanan, pemasangan top box di belakang menjadi solusi praktis. Dengan menggunakan top box, pengendara bisa membawa barang bawaan lebih banyak tanpa perlu membawa tas tambahan.
Namun, kehadiran top box ini tidak hanya sekadar menambah ruang. Bobot dan dimensi motor juga berubah. Hal ini tentu memengaruhi cara berkendara. Pertanyaannya adalah, apakah gaya berkendara harus disesuaikan?
Menurut Handi Kurniawan, International Sales Manager Shad Indonesia, ada penyesuaian yang perlu dilakukan meskipun sifatnya tidak rumit. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut hanya membutuhkan waktu sebentar asalkan mengikuti panduan produk.
“Pasti. Secara alami, ada bobot yang ditambahkan, ada barang yang kita taruh di belakang,” ujarnya dalam sesi wawancara. Ia menekankan bahwa jika pengendara mengikuti petunjuk dari produsen dan tidak melebihi beban maksimal, penyesuaian akan mudah dilakukan.
Sementara itu, Sony Susmana, Training Director SDCI, menyampaikan bahwa top box memiliki pengaruh signifikan pada gaya berkendara, terutama saat bermanuver. Menurutnya, top box sering kali menyulitkan pengendara saat melakukan manuver tajam atau melalui jalanan sempit.
“Saya selama riding, top box biasanya menyulitkan ketika bermanuver menikung. Untuk di perkotaan juga menyulitkan ketika harus selap-selip, karena top box tersebut kadang nyangkut,” katanya.
Untuk meningkatkan keamanan, Sony menyarankan pengendara untuk menyesuaikan gaya berkendara. Ia menekankan bahwa gaya berkendara harus lebih halus dan sering memeriksa spion.
“Idealnya, saat itu terpasang gaya berkendaranya harus lebih smooth, dan sering-sering check spion,” jelasnya. Pengendara juga harus berpikir dua kali saat ingin selap-selip. Artinya, mereka harus lebih sabar dan tidak terburu-buru.
Selain itu, Sony menyarankan agar pengendara mengurangi gaya menikung dengan cara mirinh atau lean-in. Semakin tegak posisi tubuh, semakin mudah menjaga keseimbangan motor, sehingga lebih mudah mengoreksi kendaraan.
Tips Menggunakan Top Box dengan Aman
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan oleh pengendara yang menggunakan top box:
- Pastikan beban tidak melebihi kapasitas maksimal yang direkomendasikan oleh produsen
- Periksa kembali posisi dan kekencangan top box sebelum berkendara
- Jangan terlalu cepat dalam bermanuver, terutama saat berada di jalanan sempit
- Selalu memperhatikan kondisi sekitar, termasuk spion dan lingkungan sekitar
- Jika memungkinkan, hindari manuver tajam dan gunakan gaya berkendara yang lebih stabil
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, pengendara dapat menggunakan top box secara aman dan efisien. Meski ada perubahan pada bobot dan dimensi motor, dengan penyesuaian yang tepat, pengendara tetap bisa merasa nyaman dan aman saat berkendara.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.