Menteri Perindustrian Ajak Industri Manfaatkan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Produktivitas

·

·

Menteri Perindustrian Ajak Pelaku Industri Mengadopsi Teknologi Digital

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak pelaku industri untuk menerapkan teknologi digital guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Menurutnya, Indonesia membutuhkan langkah strategis untuk mempercepat terbentuknya ekosistem transformasi digital agar industri manufaktur semakin inovatif dan berdaya saing global.

“Indonesia sebagai negara besar dan kaya sumber daya alam belum dapat mengadopsi dan menerapkan inovasi secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Enam indikator Indonesia mengalami perbaikan dalam jangka pendek, mulai dari publikasi ilmiah, investasi R&D, jumlah paten internasional, konektivitas digital, penggunaan robot, hingga produktivitas tenaga kerja,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (1/10).

Dalam acara Rintisan Teknologi Industri (Rintek) 2025, Menperin memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku industri yang mampu melakukan inovasi di bidangnya. Salah satunya PT Dexa Medica, untuk kategori Hasil Evaluasi Rintisan Teknologi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Penghargaan ini diraih atas keberhasilan produk Inlacin yakni produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) antidiabetes sebagai produk inovasi global berbasis bukti klinis.

Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, mengatakan bahwa industri perlu terus mendorong inovasi melalui penelitian agar produk yang dihasilkan bisa terus berkembang dan menembus pasar global.

“Karena melalui kerja keras mereka untuk merintis teknologi ini, melakukan penelitian, dan juga memvalidasi hasil-hasil penelitian, sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan menjadikan ini sebagai sebuah kesempatan bagi Dexa Medica tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” kata Raymond.

Penghargaan Rintek 2025 Diberikan ke Berbagai Kategori

Penghargaan Rintek 2025 diberikan kepada 15 perusahaan dari lima kategori, yakni hasil evaluasi rintisan teknologi, inovasi rintisan, teknologi produk industri manufaktur, teknologi proses industri manufaktur, serta teknologi jasa industri. Penghargaan Rintek sudah memasuki tahun ke-17 sejak 2006, dengan total 136 judul rintisan teknologi dari 89 perusahaan.

Sebelumnya, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi menjelaskan penghargaan Rintek 2025 bertujuan untuk mendorong pelaku industri nasional agar terus melakukan penciptaan teknologi industri guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor barang modal maupun produk hilir.

“Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan perusahaan industri dalam negeri dapat termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi industri,” ujar Andi.

Rintek Sebagai Wadah Penting bagi Perusahaan

Rintek menjadi salah satu wadah penting bagi perusahaan untuk menunjukkan kemampuan riset, pengembangan, dan penerapan teknologi industri yang inovatif serta berdaya saing tinggi.

Adapun beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam Rintek 2025 adalah:

  • Peningkatan kapasitas teknologi: Perusahaan diharapkan mampu mengembangkan teknologi yang mampu bersaing di pasar global.
  • Pengembangan inovasi: Pelaku industri didorong untuk terus melakukan inovasi guna menciptakan produk baru yang bernilai tambah.
  • Kolaborasi lintas sektor: Pemerintah mendorong kolaborasi antara pelaku industri, lembaga penelitian, dan akademisi untuk mempercepat inovasi.
  • Peningkatan kualitas SDM: Penguasaan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang berdaya saing.
  • Dukungan regulasi: Pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui regulasi yang mendukung pengembangan teknologi industri.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »