Bahaya Bakteri dan Mikroba dalam MBG, Termasuk Salmonella

·

·

Penyebab Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan dugaan penyebab keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari zat mikrobiologis dan kimia. Dalam rapat dengan DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan bahwa temuan yang dikonfirmasi sebesar 17%, di mana terdapat bakteri salmonella hingga zat kimia bernama histamin.

Mikrobiologi yang diduga menyebabkan keracunan adalah syaphylococcus aureus, bacillus cereus, salmonella, escherichia coli, clostridium perfringens, dan histamin. Berikut penjelasan mengenai beberapa bakteri dan zat kimia tersebut serta bahayanya bagi kesehatan:

3 Bakteri dan Mikrobiologi yang Terkonfirmasi dan Diduga Ada dalam Menu MBG

1. Salmonella

Salmonella adalah genus batang gram negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Bakteri ini bisa ditemukan di berbagai lingkungan dan mampu bertahan hidup beberapa minggu di lingkungan kering dan beberapa bulan di air. Meskipun semua serotipe dapat menyebabkan penyakit pada manusia, beberapa bersifat spesifik inang dan hanya dapat berada pada satu atau beberapa spesies hewan. Contohnya, Salmonella enterica serotipe Dublin pada sapi dan Salmonella enterica serotipe Choleraesuis pada babi.

Ketika serotipe khusus ini menyebabkan penyakit pada manusia, seringkali bersifat invasif dan dapat mengancam jiwa. Namun, sebagian besar serotipe terdapat pada berbagai macam inang. Biasanya, serotipe tersebut menyebabkan gastroenteritis, yang seringkali tidak rumit dan tidak memerlukan pengobatan, tetapi penyakitnya dapat menjadi parah pada anak-anak, orang tua, dan pasien dengan kekebalan tubuh yang lemah.

2. Syaphylococcus aureus

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang menyebabkan berbagai macam penyakit klinis. Infeksi yang disebabkan oleh patogen ini umum terjadi baik di lingkungan komunitas maupun di rumah sakit. Pengobatannya masih menantang karena munculnya strain yang resisten terhadap berbagai obat seperti MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus). S. aureus biasanya tidak menyebabkan infeksi pada kulit yang sehat, namun jika dibiarkan masuk ke jaringan internal atau aliran darah, bakteri ini dapat menyebabkan berbagai infeksi yang berpotensi serius.

3. Bacillus cereus

Bacillus cereus (B. cereus) adalah organisme mikroskopis yang melepaskan racun berbahaya. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan (B. cereus usus) atau masalah kesehatan yang lebih serius (B. cereus non-usus). Kebanyakan orang yang mengalami keracunan makanan pulih dalam 24 jam. Namun, Anda berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah atau terganggu.

4. Escherichia coli

E. coli adalah kuman yang disebut bakteri. Mereka ditemukan di banyak tempat, termasuk di lingkungan, makanan, air, dan usus manusia serta hewan. Kebanyakan E. coli tidak berbahaya dan merupakan bagian dari saluran usus yang sehat. E. coli membantu kita mencerna makanan, memproduksi vitamin, dan melindungi kita dari kuman berbahaya. Namun, beberapa E. coli dapat menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, pneumonia, sepsis, dan penyakit lainnya.

5. Clostridium perfringens

Clostridium perfringens adalah keracunan makanan umum yang disebabkan oleh bakteri C. perfringens. Bakteri ini menyebabkan diare dan kram perut. Anda biasanya tertular melalui konsumsi daging atau unggas yang terkontaminasi dan telah dibiarkan terlalu lama. Keracunan makanan akibat C. perfringens biasanya tidak serius dan akan hilang dengan sendirinya.

6. Histamin

Keracunan histamin adalah kondisi yang terjadi akibat konsumsi makanan, terutama ikan dan keju tertentu, yang mengandung kadar histamin sangat tinggi akibat aktivitas bakteri pengubah asam amino histidin. Keracunan ini dapat memicu gejala yang mirip dengan alergi dan menjadi perhatian serius bagi konsumen serta industri perikanan, terutama terkait keamanan pangan dan risiko ekspor.

Histamin sendiri adalah zat alami yang terbentuk dari proses dekarboksilasi asam amino. Zat ini dapat hadir dalam makanan yang mengandung histidin bebas. Beberapa jenis bakteri dapat menghasilkan enzim histidin dekarboksilase selama pertumbuhannya. Kemudian mengubah histidin, yaitu asam amino yang secara alami ada dalam jumlah tinggi pada beberapa jenis ikan, menjadi histamin. Ikan-ikan dari keluarga Scombridae dan Scomberesocidae, seperti tuna, makarel, dan cakalang, memiliki kandungan histidin bebas yang lebih tinggi sehingga lebih rentan menghasilkan histamin.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »