Keracunan Massal Akibat Program Makan Bergizi Gratis di Garut
Beberapa siswa dan guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi di Kecamatan Kadungora, yang menyebabkan 147 orang harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat.
Korban Tumbang Setelah Konsumsi Menu MBG
Menurut laporan, korban pertama yang teridentifikasi adalah para siswa SMP. Salah satunya adalah Rahmawati (14), siswi SMP PGRI Kadungora. Ia mengalami gejala keracunan secara mendadak saat sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. \”Langsung sesak dada, engap, mual, terus pusing. Sampai sempat pingsan juga,\” ujar Rahma dengan wajah pucat saat ditemui di Puskesmas Kadungora.
Ia menambahkan bahwa susu bantal yang ia minum terasa aneh di mulut. \”Rasanya runyam, seperti ada yang tidak wajar,\” tambahnya.
Selain siswa, Lili (33), penjaga sekolah, juga menjadi korban setelah mencicipi makanan jatah siswa yang absen. Niatnya sederhana: sekadar mencicipi menu MBG. Namun, justru berujung petaka. \”Saya makan kacang edamame sama susu bantal. Dua jam setelah itu langsung mual, pusing, lemas, dan jatuh,\” ungkap Lili dengan suara lirih.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Kepala Puskesmas Kadungora, Noni Cahyana, menyebutkan jumlah siswa yang ditangani semula hanya 19 orang. Namun hingga petang Rabu (1/10/2025) jumlahnya bertambah menjadi sebanyak 147 orang. \”Sementara data yang datang ke UGD 92 orang, sekarang ada penambahan orang lagi,\” ujarnya.
Dari catatan medis, korban terdiri dari dua siswa sekolah dasar, delapan siswa SMP PGRI Kadungora, dan sisanya merupakan siswa SMP Negeri 1 Kadungora. Selain siswa, satu orang guru juga ikut menjadi korban karena sempat mencicipi hidangan MBG yang disajikan di sekolah.
Gejala yang Dialami Korban
Menurut Noni, tim medis puskesmas terus bersiaga karena masih ada kemungkinan penambahan pasien baru. Sejak siang hingga menjelang malam, korban keracunan berdatangan secara bergelombang. Gejala yang dikeluhkan meliputi pusing, mual, hingga sesak napas.
Wiwin, salah satu orang tua siswa, mengisahkan kondisi anaknya yang mendadak drop setelah menyantap makanan MBG. “Tadi anak saya langsung sesak, tidak ingat,” ungkapnya.
Situasi Darurat dan Penanganan oleh Petugas
Situasi darurat ini membuat petugas medis bekerja ekstra. Di sisi lain, aparat kepolisian turun ke lokasi untuk mengamankan situasi serta meminta keterangan saksi-saksi, termasuk pihak sekolah dan penyedia makanan.
- Korban pertama yang teridentifikasi adalah para siswa SMP.
- Rahmawati mengalami gejala keracunan secara mendadak.
- Susu bantal yang dikonsumsi terasa aneh di mulut.
- Lili, penjaga sekolah, juga menjadi korban setelah mencicipi makanan MBG.
- Jumlah korban meningkat menjadi 147 orang.
- Tim medis terus bersiaga karena kemungkinan penambahan pasien baru.
- Gejala yang dialami meliputi pusing, mual, dan sesak napas.
- Orang tua siswa mengisahkan kondisi anaknya yang tiba-tiba drop.
- Aparat kepolisian turun ke lokasi untuk meminta keterangan saksi.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.