Puluhan Siswa SMPN 3 Banjar Keracunan Usai Makan MBG, Dirawat di Tiga Rumah Sakit

·

·

Kembali Terjadi, Keracunan Makanan di Sekolah Kota Banjar

Keracunan makanan kembali terjadi di wilayah Priangan Timur. Kali ini, kejadian serupa menimpa siswa SMPN 3 Kota Banjar pada Rabu, 1 Oktober 2025. Sebelumnya, puluhan siswa dari SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, juga mengalami keracunan yang diduga berasal dari menu makan bergizi gratis (MBG).

Puluhan siswa dari kelas VII, VIII, dan IX mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan. Gejala mulai muncul beberapa saat setelah mereka mengonsumsi makanan tersebut. Siswa yang terkena dampak langsung dikumpulkan di ruang UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama dari dokter dan paramedis setempat.

Setelah dilakukan observasi, sejumlah siswa kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Dari data yang diperoleh, sebanyak 21 siswa dirawat di RS Banjar Patroman, 5 siswa di RS Mitra Idaman, dan sisanya di RSUD Kota Banjar. Menu yang disajikan pada hari itu meliputi ayam suwir, tempe, sayuran, dan buah. Diduga, ayam suwir menjadi sumber keracunan tersebut.

Seorang siswa yang mengalami keracunan mengatakan, \”Saya makan ayam suwir, tidak lama kemudian kepala pusing, mual, dan perut saya sakit.\”

Direktur Utama RS Banjar Patroman, Faidh Husnan, menjelaskan bahwa awalnya hanya 18 siswa yang dirujuk ke rumah sakit, namun jumlahnya meningkat seiring waktu. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa sebagian besar korban mengeluhkan mual dan muntah, dengan beberapa di antaranya mengalami sesak napas.

\”Untuk memastikan, kami melakukan observasi lebih lanjut. Tidak semua pasien perlu dirawat inap,\” katanya.

Jumlah Siswa Keracunan Bertambah

Diandini, seorang guru di SMPN 3 Banjar, mengungkapkan bahwa awalnya hanya 18 siswa yang menunjukkan gejala keracunan, namun jumlahnya kemudian meningkat menjadi 50 siswa. Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah mual, muntah, dan pusing kepala.

\”Kami menerima 854 paket makanan, dan sekitar 50 siswa tidak hadir. Sebagian siswa melaporkan bahwa ayam suwir yang disajikan agak bau, meskipun tidak semuanya demikian. Kami juga sudah mengarahkan siswa untuk membuang makanan yang dirasa meragukan,\” ujarnya.

Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, yang mengunjungi siswa yang dirawat di rumah sakit, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Ia juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, karena pemerintah akan menangani masalah ini dengan serius.

\”Kami sangat prihatin dengan musibah ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh,\” katanya.

Penutupan Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Sementara itu, Wali Kota Banjar, Sudarsono, mengungkapkan bahwa sesuai surat dari Badan Gizi Nasional (BGN), operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan bergizi ke sekolah-sekolah dihentikan sementara.

Dua SPPG di Kota Banjar yang terlibat dalam distribusi makanan tersebut diberhentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan dan BPOM keluar. \”Langkah ini diambil sebagai bagian dari investigasi untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan,\” ujar Wali Kota.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »