JAKARTA, ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah
Penyebab Keracunan MBG Ditemukan, Kemenkes Ungkap 8 Bakteri dan 2 Virus
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan delapan jenis bakteri yang menjadi penyebab keracunan pada siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini disampaikan oleh Kemenkes saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (1/10/2025).
Delapan bakteri tersebut adalah:
Salmonella
Escherichia coli
Bacillus cereus
Staphylococcus aureus
Clostridium perfringens
Listeria monocytogenes
Campylobacter jejuni
Shigella
Selain delapan bakteri tersebut, juga ditemukan dua virus yang menyebabkan keracunan MBG, yaitu:
Norovirus atau Rotavirus
Hepatitis A virus
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa temuan ini penting untuk menentukan perawatan yang tepat bagi korban keracunan.
\”Kenapa ini penting? Karena nanti akan menentukan treatmentnya seperti apa jika seseorang terkena keracunan,\” ujar Budi dalam rapat kerja tersebut.
Selain itu, temuan ini juga membantu mengetahui sumber keracunan. Menurut Budi, masing-masing bakteri atau virus memiliki cara penyebaran yang berbeda-beda.
6.457 Korban Keracunan MBG Terdata
Dalam forum yang sama, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sebanyak 6.457 orang terdampak keracunan dari menu MBG hingga 30 September 2025.
BGN membagi data korban keracunan ke dalam tiga wilayah, yakni:
Wilayah I: Pulau Sumatera
Wilayah II: Pulau Jawa
* Wilayah III: Wilayah Indonesia timur
Dari total 6.457 korban, jumlah terbesar terjadi di Wilayah II atau Pulau Jawa, dengan 4.147 orang.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa jumlah korban di Wilayah I mencapai 1.307 orang, sedangkan di Wilayah II ada tambahan sekitar 60 orang dari Garut. Sementara itu, di Wilayah III tercatat 1.003 orang.
Masalah Sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Dadan mengakui bahwa banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur dalam program MBG belum memiliki sanitasi air yang baik.
\”Dari kejadian di berbagai tempat, tampak bahwa belum semua air di SPPG memiliki sanitasi yang baik. Oleh karena itu, Presiden memerintahkan agar di seluruh SPPG dibutuhkan alat sterilisasi,\” ujar Dadan.
Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu kasus keracunan makanan di beberapa daerah dalam dua bulan terakhir.
Contohnya, kondisi sejumlah SPPG di Bandung. Meski dapur SPPG setempat dinilai tertata baik, standar pencucian peralatan makan masih belum sesuai aturan.
BGN telah meminta SPPG untuk memperketat penggunaan air bersih dalam kebutuhan memasak maupun mencuci alat dan bahan makanan.
\”Kita sudah instruksikan agar mereka menggunakan air galon untuk memasak. Untuk mencuci, airnya perlu diberikan saringan,\” kata Dadan.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.