Ahli Gizi UGM dan Unimus: Mocaf Lebih Sehat dari Terigu, Cocok untuk MBG?

·

·

Keunggulan Tepung Mocaf sebagai Alternatif Bahan Baku

Seorang ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, menilai bahwa tepung mocaf yang berasal dari singkong lebih sehat dibandingkan tepung terigu. Hal ini membuatnya menjadi alternatif yang baik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Toto menyatakan bahwa ada wilayah-wilayah yang kreatif dalam mengganti tepung terigu dengan mocaf. Menurutnya, langkah ini sangat bijak karena memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik.

Karbohidrat Kompleks dan Indeks Glikemik Rendah

Salah satu keunggulan utama dari tepung mocaf adalah kandungan karbohidrat kompleks. Berbeda dengan tepung terigu, karbohidrat kompleks mampu memberikan energi yang berkelanjutan, membuat perut terasa kenyang lebih lama, serta tidak memberatkan pankreas dalam memproduksi insulin.

“Karbohidrat kompleks memiliki sifat antidiabetes,” jelas Toto. Selain itu, tepung mocaf juga memiliki indeks glikemik rendah. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba, sehingga risiko penyakit metabolik seperti diabetes dapat diminimalkan.

Bebas Gluten dan Kaya Nutrisi

Tepung mocaf juga bebas gluten, yang umumnya ditemukan pada bahan pangan berbasis gandum. Gluten bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, seperti anemia, osteoporosis, kenaikan kadar gula darah, hingga penyakit autoimun.

Selain itu, mocaf mengandung serat dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan tepung terigu. Serat bermanfaat untuk mencegah obesitas, melancarkan pencernaan, serta mengurangi risiko kanker usus. Sementara kalsium berguna untuk perkembangan tulang anak dan mencegah pengeroposan tulang.

Pentingnya Kombinasi dengan Protein

Meskipun memiliki banyak manfaat, Toto menekankan bahwa konsumsi mocaf harus dikombinasikan dengan bahan berprotein. Tujuannya adalah agar mikronutrien dalam mocaf dapat terserap dengan baik oleh tubuh.

“Kalsium dan seratnya tinggi, tapi harus dikombinasikan dengan protein. Jika tidak, tidak ada alat angkutnya,” ujar Toto. Protein bisa diperoleh dari berbagai sumber seperti tempe, tahu, telur, ikan, atau daging. Kombinasi ini juga membantu variasi menu MBG agar anak tidak merasa bosan.

Tantangan Aroma dan Tekstur

Meski memiliki banyak kelebihan, Toto mengingatkan bahwa tepung mocaf memiliki tantangan dari segi aroma dan tekstur. Baunya cenderung kurang enak meski sudah dimasak, dan jika tidak diolah dengan baik, anak-anak bisa enggan memakannya.

Selain itu, karena proses pembuatannya yang alami, mocaf cenderung lebih kasar dibandingkan tepung terigu. Tekstur ini bisa membuat hasil olahan terasa keras. Oleh karena itu, pengolahan dengan hati-hati sangat penting jika ingin menggunakan mocaf dalam program MBG.

Penerapan dalam Program MBG

Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebagian menu MBG di Banjarnegara akan menggunakan mocaf dari singkong sebagai pengganti terigu. Dapur MBG Muhammadiyah Banjarnegara telah memesan mocaf dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bawang untuk kebutuhan program tersebut.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »