Dapur Umum SPPG Kurnia Jaya Dikunjungi Tim Dinkes Babel
Di tengah kesibukan yang terasa di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, suasana tampak penuh semangat. Pada Rabu (1/10/2025) pagi, panci-panci besar berisi masakan mengepul dan menyebarkan aroma khas ke seluruh ruangan. Para relawan bekerja dengan cepat, memotong sayuran, menyiapkan bumbu, hingga mengaduk lauk dalam jumlah besar dengan penuh antusiasme.
Kedatangan rombongan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi momen penting dalam kunjungan tersebut. Tujuan utama mereka adalah untuk melakukan peninjauan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), bahan pangan, serta standar operasional prosedur (SOP). Namun, lebih dari itu, tim Dinkes juga ingin melihat langsung bagaimana proses memasak dilakukan di SPPG Kurnia Jaya.
Petugas Dinkes tampak mendekati meja pengolahan sayur, mengamati kebersihan yang diterapkan oleh relawan saat mengolah bahan, hingga memantau jalannya proses masak dalam skala besar. Proses ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana pihak SPPG menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Relawan pun turut menjelaskan alur kerja mereka, mulai dari penerimaan bahan baku, proses persiapan, hingga akhirnya makanan siap disajikan. Ketua Yayasan SPPG Kurnia Jaya, Haris Alamsyah, yang mendampingi jalannya kunjungan, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap pendampingan dari Dinas Kesehatan.
Haris menekankan bahwa kualitas dapur umum harus selalu dijaga karena berkaitan langsung dengan pelayanan gizi bagi masyarakat luas. Ia menjelaskan bahwa proses memasak di sini dilakukan untuk banyak orang dengan waktu yang terbatas, sehingga masukan dari Dinas Kesehatan sangat penting agar layanan kami benar-benar aman dan bermanfaat.
Pihak yayasan memiliki komitmen untuk menjaga kualitas pangan dengan terus menjalin komunikasi bersama Dinas Kesehatan maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Haris, tujuan utama bukan sekadar menyediakan makanan yang mengenyangkan, tetapi juga memastikan setiap hidangan menyehatkan masyarakat.
Kunjungan tersebut memberikan dampak positif, tidak hanya berupa masukan teknis, tetapi juga semangat baru bagi relawan. Para relawan merasa diapresiasi karena kinerja mereka diperhatikan langsung oleh pihak Dinkes Babel. Hal ini membuat mereka semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Dengan adanya pendampingan semacam ini, SPPG Kurnia Jaya berharap dapur umum mereka dapat menjadi contoh standar pengolahan makanan yang higienis, sehat, serta mampu menjaga kualitas pelayanan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. Keterlibatan Dinas Kesehatan juga menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap pengelolaan pangan yang aman dan bermanfaat bagi publik.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.