Pengalaman Guru SDN Kota Baru 3 Kota Bekasi dengan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
BEKASI, ASKAI.ID – Seorang guru dari SDN Kota Baru 3 Kota Bekasi, Syamsudin, mengungkapkan pengalamannya terkait menu makan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa. Menurutnya, beberapa menu MBG terasa asam seperti semangka dan pasta, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan para siswa.
Syamsudin menjelaskan bahwa dalam pemberian makanan tersebut, ada beberapa jenis menu yang disajikan, seperti pasta, makaroni, dan jagung. Ia menyebutkan bahwa rasa dari beberapa menu tersebut terasa asam, terutama buah semangka dan pasta. Karena hal ini, ia memberi peringatan kepada siswa untuk tidak mengonsumsi makanan yang terasa asam.
\”Kebetulan ada beberapa makanan, emang kita rasakan asam, contohnya buahnya semangka. Terus pastanya asem. Ya itu akhirnya saya sampaikan ke anak-anak, kalau asem jangan dimakan. Karena kita khawatir,\” ujarnya saat berada di RS Ananda Bekasi, Kamis (2/10/2025).
Meskipun telah diberi peringatan, beberapa siswa tetap mencoba makanan tersebut. Salah satu siswa bertanya kepada Syamsudin mengapa mereka tidak boleh memakan makanan yang terasa asam. Dengan jawaban \”saya coba Pak, sedikit\”, siswa tersebut akhirnya mengonsumsi makanan tersebut. Namun, karena tidak tahan, siswa tersebut mengalami gangguan pencernaan.
\”Nah si anak ini mencoba. Saya tanya, kenapa dimakan? Kan asem. Ya saya coba Pak, sedikit. Tapi karena dia enggak kuat, akhirnya kena ke perut lah dia seperti itu,\” tambahnya.
Menurut Syamsudin, siswa yang mengonsumsi menu MBG tersebut mengalami gejala sakit perut dan muntah. Ia menjelaskan bahwa gejala tersebut muncul sekitar 5 hingga 10 menit setelah siswa selesai makan.
\”Dari selesai makan, dia menaruh piring tidak lama, sekitar 10 menit atau 5 menit, mulai gejalanya,\” katanya.
Lebih lanjut, Syamsudin mengatakan bahwa pihak sekolah kemungkinan akan menyetop sementara program MBG. Namun, ia menekankan bahwa keputusan ini harus dibicarakan terlebih dahulu dengan kepala sekolah.
\”Kita coba bicarakan dulu, diskusinya dengan pihak sekolah kebetulan kan saya penanggung jawabnya mungkin kalau kasus seperti ini kita coba minta cut dulu aja biar lebih aman dulu, biar redam dulu,\” ucapnya.
Saat ini, enam siswa dari SDN Kota Baru 3 Kota Bekasi diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi menu MBG. Mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Ananda Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis. Gejala yang dialami oleh siswa-siswa tersebut meliputi sakit perut dan muntah.
Penyebab Potensial Keracunan
Beberapa faktor dapat menjadi penyebab keracunan yang dialami siswa, antara lain:
Kualitas bahan makanan yang digunakan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan menu MBG mungkin sudah tidak segar atau terkontaminasi. Hal ini bisa menyebabkan munculnya rasa asam yang tidak biasa.Proses pengolahan makanan
Proses pengolahan yang tidak sesuai standar juga bisa menjadi penyebab. Misalnya, waktu pengolahan yang terlalu singkat atau suhu yang tidak cukup tinggi.Penyimpanan makanan yang tidak tepat
Jika makanan disimpan dalam kondisi yang tidak higienis atau terlalu lama, maka bakteri bisa berkembang dan menyebabkan keracunan.
Langkah Pencegahan dan Tindakan Lanjutan
Untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan, pihak sekolah dan pengelola MBG perlu melakukan beberapa langkah, antara lain:
Peningkatan kualitas bahan baku
Memastikan bahwa semua bahan baku yang digunakan dalam pembuatan menu MBG adalah bahan segar dan aman untuk dikonsumsi.Pemeriksaan rutin terhadap proses pengolahan makanan
Melakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa proses pengolahan sesuai dengan standar higienis.Pelatihan bagi tenaga pengolah makanan
Memberikan pelatihan tentang cara pengolahan makanan yang benar dan higienis kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyediaan MBG.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kasus keracunan akibat MBG dapat diminimalisir dan keselamatan siswa tetap terjaga.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.