Bukan Lagi Fantasi, Kuantum Jadi Era Baru Teknologi

·

·

Quantum, Bukan Sekadar Istilah Rumit Lagi

Jika mendengar kata \”quantum\”, sebagian orang mungkin langsung teringat pada tokoh Ant-Man, mesin waktu Avengers, atau sekadar istilah rumit yang sering muncul dalam seminar fisika teoretis. Namun, bagi Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, quantum bukan lagi bahan film superhero, melainkan kenyataan yang akan segera mengubah kehidupan kita.

Gunawan menyampaikan pandangan tersebut saat membuka acara Qiskit Fall Fest 2025 yang diadakan di Aula Cyber University, Jakarta Selatan. Acara ini diselenggarakan bersama IBM Quantum, dan Cyber University menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang terpilih sebagai Support Event. Di tingkat global, hanya 150 institusi yang terpilih, dan Indonesia salah satunya melalui Cyber University.

Perbandingan dengan AI: Quantum adalah Gelombang Berikutnya

Dalam pemaparannya, Gunawan memulai dengan perbandingan yang tajam. Menurutnya, Artificial Intelligence (AI) telah mengguncang kehidupan manusia mulai dari bantuan ChatGPT dalam menulis skripsi hingga alat desain seperti MidJourney. Kini, Quantum Computing akan menjadi gelombang perubahan berikutnya.

\”Quantum bukan hanya soal kecepatan, tapi juga cara berpikir baru. Kita bicara tentang optimization, simulation, keamanan data, hingga pemodelan finansial. Semua itu akan mengubah wajah industri, dan Indonesia harus siap ambil peran,\” ujarnya.

Menurut Gunawan, komputer klasik yang selama ini dianggap andal dapat dengan mudah tertinggal dibanding mesin kuantum. Masalah-masalah yang selama ini tampak tak terpecahkan, seperti prediksi pasar finansial atau simulasi molekul obat, akan dapat diatasi dengan lebih cepat dan efisien.

Jangan Hanya Jadi Penonton

Pada titik ini, ia mengingatkan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Jangan sampai bangsa ini hanya menjadi end user yang hanya memanfaatkan hasil riset luar negeri tanpa membangun kapasitas sendiri. Inilah alasan mengapa Cyber University, sebagai The First Fintech University in Indonesia, aktif menyelenggarakan diskusi akademik hingga menjalin kolaborasi internasional.

Yang membuat acara ini semakin signifikan adalah penandatanganan MoU dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Gunawan menilai hal tersebut sebagai tonggak penting, mengingat dunia tengah menghadapi tantangan serius dalam bidang post-quantum cryptography.

Tantangan Keamanan Data di Masa Depan

Sistem keamanan data yang ada saat ini berpotensi ditembus oleh komputer kuantum di masa depan. Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan riset, menyiapkan sumber daya manusia, serta memiliki sistem pertahanan siber yang mandiri.

Di penghujung sesi, Gunawan menyampaikan pernyataan yang menggugah. \”Hari ini kita tidak hanya bicara masa depan, kita sedang menuliskannya. Dan Cyber University ingin memastikan anak muda Indonesia menjadi penulis utama, bukan catatan kaki dalam sejarah quantum computing dunia.\”

Quantum Bukan Sekadar Teori

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu ini bukan sekadar jargon akademik. Mahasiswa masa kini perlu melihat Quantum Computing bukan hanya sebagai teori kompleks dalam buku teks, melainkan sebagai peluang nyata. Dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, merekalah yang berpotensi menjadi pionir dalam merancang algoritma baru, mengamankan data nasional, atau setidaknya memahami perbedaan mendasar antara komputer klasik dengan mesin kuantum.

Dan kalau benar quantum adalah “revolusi berikutnya” setelah AI, mungkin pertanyaannya sederhana tapi menggelitik: kita siap jadi pemain utama, atau cukup puas jadi penonton bioskop yang hanya manggut-manggut nonton film Marvel?


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »