Dapur MBG di Blora Berhenti Beroperasi, 3.347 Pelajar Kehilangan Paket Makanan Gratis
Sejumlah pelajar di Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kekecewaan dalam tiga hari terakhir. Sebanyak 3.347 pelajar tidak lagi menerima paket makan bergizi gratis (MBG) yang biasanya disediakan oleh dapur MBG setempat. Hal ini terjadi karena dapur tersebut berhenti beroperasi.
Dapur MBG yang berada di bawah koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padaan Japah, dikabarkan menghentikan aktivitasnya karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair. Perlu diketahui bahwa pengelolaan MBG di wilayah ini dilakukan secara mandiri, dan ketergantungan terhadap anggaran BGN menjadi faktor utama.
Keberhentian Operasional Dapur MBG
Keberhentian operasional dapur MBG tersebut juga dibuktikan dengan ketidakhadiran akun media sosial TikTok mereka di @sppgpadaanjapah. Akun yang biasanya membagikan menu harian MBG sejak beberapa hari lalu tidak aktif. Beberapa warganet sempat menanyakan alasan penutupan, namun tidak ada respons yang diberikan.
Pada Rabu (1/10/2025) pagi, saat tim jurnalis mengunjungi lokasi dapur MBG di Desa Padaan, suasana terlihat lengang. Terdapat tiga mobil operasional terparkir di halaman depan SPPG Padaan Japah, tetapi tidak ada aktivitas karyawan di dalamnya.
Seorang karyawan dapur, Prapti (34), mengungkapkan bahwa operasional dapur berhenti sejak Senin (29/9/2025). Ia sendiri tidak mengetahui pasti alasan penutupan tersebut. Namun, ia mendengar kabar bahwa penghentian operasional itu disebabkan oleh belum cairnya dana dari BGN.
\”Kabarnya ada isu itu, kalau dananya (dari BGN) belum turun gitu. Itu saya tahunya malah dari warga lain, saat saya belanja gitu,\” kata Prapti saat ditemui di rumahnya.
Tidak Ada Batas Waktu untuk Penghentian
Prapti menjelaskan bahwa sebelum berhenti beroperasi, kepala SPPG Padaan Japah memberitahukan pemberhentian sementara. Namun, hingga kini belum ada informasi tentang kapan operasional akan kembali dilanjutkan.
\”Kalau berhenti beroperasi, sejak Senin kemarin, sudah tiga hari ini berarti ya. Itu sebelumnya ada pemberitahuan dari kepala SPPG di grup WhatsApp, ada pemberhentian sampai batas waktu yang tidak ditentukan,\” imbuhnya.
Prapti merasa kaget dan menyayangkan kejadian ini. Baginya, keberadaan dapur MBG memberinya pekerjaan dan penghasilan. Rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari dapur SPPG Padaan Japah. Di dapur MBG, ia bertugas sebagai juru masak.
\”Kalau harapan saya ya dilanjutkan, soalnya kan memberi manfaat, Mas, bisa kerja di dapur dan dapat penghasilan, apalagi rumah saya dekat dengan dapur. Dan alhamdulillah, SPPG Japah ini lancar, tidak ada komplain seperti yang di luar-luar itu, misal keracunan, makanan kurang layak, itu nggak ada, terus kok tiba-tiba berhenti ya kaget,\” jelasnya.
Operasional Baru Saja Dimulai
Menurut Prapti, dapur SPPG Padaan Japah baru beroperasi sekitar sebulan lebih. Ia biasanya bekerja mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Ia juga mengatakan bahwa penghentian operasional hanya bersifat sementara.
\”Sudah sebulan lebih beroperasi, soalnya saya sudah menerima gaji tiga kali. Kan gaji diberikan setiap dua Minggu sekali,\” jelasnya.
Selain itu, Prapti menyebutkan bahwa pengelola SPPG Padaan Japah sedang melakukan renovasi. Saat ini, mereka sedang memperluas ruang pendingin dan tempat cucian ompreng.
\”Tapi, daripada saya pusing, mending berjalan apa adanya saja. Kalau nanti dananya turun kan paling berjalan lagi,\” ujarnya.
Kepala SPPG Enggan Berkomentar
Sementara itu, pada pukul 11.34 WIB, dua tukang terlihat sedang merenovasi ruangan di dalam dapur MBG tersebut. Renovasi dipantau langsung oleh kepala SPPG Padaan Japah. Namun, yang bersangkutan enggan memberi keterangan terkait pemberhentian operasional dapur MBG tersebut. Ia meminta wartawan meminta izin terlebih dahulu ke koordinator wilayah SPPG Kabupaten Blora.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.