Di Hadapan Mendikdasmen, Rheno Perkenalkan \”Alexandria\” dan Minta Laptop untuk Deep Learning

·

·



SAMARINDA, ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah

– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, mengunjungi Yayasan Fastabiqul Khairot, Selasa (30/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti berinteraksi langsung dengan para siswa yang sedang mempresentasikan hasil karya mereka berupa desain baju untuk kegiatan kemah tahunan. Salah satu siswa kelas 6, Rheno Avairo Kheanu, tampil percaya diri menjelaskan desain baju yang ia dan teman-temannya kerjakan bersama guru.

Menurutnya, proses kreatif itu berlangsung selama dua hingga tiga bulan, dimulai dari penentuan nama angkatan hingga perancangan corak, warna, dan logo. “Motifnya ada corak, warna, dan logo. Nama angkatan kami, Alexandria, akan diletakkan di bagian belakang baju. Saya senang sekali, karena bisa mengekspresikan kreativitas lewat gambar dan warna,” ujar Reno.

Meski sempat ditanya tentang harapannya kepada Menteri, Reno mengaku tak memiliki permintaan khusus. Namun, ia menambahkan, laptop mungkin akan sangat membantu proses belajar dan desain. Selama ini, ia dan teman-temannya mengandalkan buku gambar serta komputer milik guru untuk menuangkan ide.

Pembelajaran Berbasis Proyek

Wali kelas 6, Hambali, Aris Yuliana, menjelaskan bahwa proyek desain kaus kemah merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kerja sama dan apresiasi terhadap pendapat.

“Setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka menuangkan kreativitas lewat logo dan desain kaus. Hasilnya kemudian dipilih melalui voting siswa dan guru,” kata Aris.

Aris menambahkan, kaus kemah ini bukan sekadar seragam, melainkan juga identitas kebersamaan. “Anak-anak belajar kolaborasi, menghargai pendapat, sekaligus merasakan bagaimana karya mereka punya fungsi nyata,” ujarnya.

Pemerintah Dorong Deep Learning

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam kesempatan itu mengapresiasi semangat siswa dan guru Yayasan Fastabiqul Khairot. Menurutnya, praktik ini merupakan contoh nyata penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kini sedang didorong pemerintah.

“Ada contoh menarik bagaimana pembelajaran mendalam ini dikembangkan di sini. Semangatnya adalah agar pembelajaran lebih berkualitas—mindful, meaningful, dan joyful,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan, pemerintah tengah fokus mengurangi beban muatan mata pelajaran agar siswa dapat mempelajari materi secara lebih mendalam. Di sisi lain, pelatihan bagi guru juga terus diperkuat melalui dana BOS, termasuk untuk bidang coding, kecerdasan buatan, hingga kepemimpinan kepala sekolah.

“Komitmen kami jelas, kualitas guru harus meningkat karena kualitas guru akan menentukan kualitas pembelajaran. Itu sebabnya pelatihan guru terus kami lakukan, tanpa membebani guru secara pribadi,” tegasnya.

Melalui kunjungan ini, Abdul Mu’ti berharap semangat pembelajaran mendalam bisa diterapkan lebih luas di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.



Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung pendidikan berbasis proyek antara lain:

Peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkala, baik secara teknis maupun dalam pengembangan metode pembelajaran modern.

Penyediaan dana BOS yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan pembelajaran, seperti alat digital, perangkat lunak, dan program pelatihan.

* Pengurangan beban kurikulum agar siswa dapat fokus pada pembelajaran mendalam dan penguasaan konsep.

Selain itu, pendidikan berbasis proyek juga memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, antara lain:

Meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kerja sama tim.

Mengembangkan keterampilan kritis dan kreativitas.

* Membantu siswa merasakan dampak nyata dari karya mereka dalam kehidupan sehari-hari.



Siswa-siswa di Yayasan Fastabiqul Khairot menunjukkan antusiasme tinggi dalam berbagai proyek pembelajaran. Dengan adanya proyek desain kaus kemah, mereka tidak hanya belajar tentang seni dan desain, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama, pengambilan keputusan, dan penerimaan pendapat orang lain.

Proses pembelajaran ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri. Melalui proyek-proyek seperti ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, menciptakan solusi, dan merancang produk yang memiliki nilai dan fungsi nyata.

Pemerintah, melalui Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyambut baik inisiatif-inisiatif seperti ini. Ia menilai bahwa pendidikan yang berfokus pada pembelajaran mendalam (deep learning) akan membantu siswa mengembangkan potensi maksimal mereka.

Dengan demikian, proyek-proyek pembelajaran berbasis kreativitas dan kolaborasi seperti yang dilakukan di Yayasan Fastabiqul Khairot menjadi contoh yang layak ditiru di berbagai sekolah lainnya.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »