Peran Kecerdasan Buatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan mulai mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. Salah satu contohnya adalah Mekari Talenta, sebuah software Human Capital Management (HCM) end-to-end yang telah mencatat peningkatan penggunaan fitur berbasis AI hingga dua kali lipat secara tahunan pada 2025.
Stevens Jethefer, Head of Business Mekari Talenta, menjelaskan bahwa penerapan AI di ranah HR tidak hanya terbatas pada otomatisasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas dan retensi karyawan. Menurutnya, AI dirancang sebagai mitra strategis bagi para pemimpin HR dalam mendorong pertumbuhan individu dan organisasi.
“AI di Mekari Talenta dirancang bukan hanya untuk otomatisasi, tapi juga sebagai HR leaders’ strategic partner untuk empower people’s growth. Kami mengukur dampak setiap fitur terhadap produktivitas, biaya, dan pertumbuhan bisnis,” ujarnya dalam siaran pers.
Tren Penggunaan AI di Asia Tenggara
Penggunaan AI di kawasan Asia Tenggara menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Studi yang dilakukan oleh Kearney dan McKinsey menyebutkan bahwa sebanyak 65 persen perusahaan di kawasan ini sudah memanfaatkan AI, dengan potensi kontribusi hingga 1 triliun dollar AS terhadap PDB pada 2030.
Namun, sebagian besar perusahaan masih berada pada tahap awal implementasi. Meski demikian, perusahaan yang berhasil mengoptimalkan penggunaan AI tercatat mampu meningkatkan produktivitas hingga 40 persen. Selain itu, 92 persen dari mereka berencana menambah investasi AI dalam tiga tahun ke depan.
Sektor yang Paling Banyak Menggunakan Fitur AI
Di Indonesia, Mekari Talenta melaporkan bahwa sektor real estate, professional services, dan perdagangan menjadi yang paling banyak menggunakan fitur AI. Implementasi teknologi ini berkontribusi pada perbaikan kualitas penilaian kinerja serta retensi karyawan berpotensi tinggi.
Stevens menegaskan bahwa integrasi AI ke dalam strategi bisnis akan menjadi keunggulan kompetitif di masa depan. “Keunggulan kompetitif masa depan terletak pada kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan AI ke dalam strategi bisnisnya. Mekari Talenta AI adalah langkah kami untuk membantu HR leaders mengakselerasi pertumbuhan bisnis sekaligus karyawan,” tambahnya.
Dukungan AI dalam Siklus Karyawan
Mekari Talenta menghadirkan berbagai fitur AI yang mencakup seluruh siklus karyawan, mulai dari rekrutmen hingga retensi. Beberapa fitur utama antara lain:
- Candidate Scoring, untuk mempercepat proses rekrutmen sekaligus meminimalkan bias.
- Liveness Validation, validasi kehadiran berbasis biometrik guna mencegah kecurangan absensi.
- Airene (AI Chatbot), penyaji ringkasan data HR secara cepat untuk mendukung pengambilan keputusan.
- Performance Review Summarization, membantu ringkasan evaluasi kinerja lebih objektif.
- Employee at Risk, memprediksi potensi turnover agar intervensi retensi bisa dilakukan lebih awal.
Menurut data internal perusahaan, Candidate Scoring mempercepat proses rekrutmen hingga 30 persen. Sementara fitur absensi berbasis biometrik membantu menekan kecurangan dan meningkatkan kedisiplinan kerja, yang berdampak pada efisiensi biaya operasional HR.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.