Guru Besar Mikrobiologi MIPA UPR: Makanan Terkontaminasi Mikroorganisme Bisa Sebabkan Keracunan

·

·

Penjelasan Ahli Mikrobiologi tentang Keracunan Makanan di Palangka Raya

Di tengah berbagai pernyataan dan informasi yang muncul terkait kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SDN 3 Bukit Tunggal, Palangka Raya, seorang ahli mikrobiologi dari Universitas Palangka Raya memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab dan gejala keracunan makanan.

Prof. Dr. Liswara Neneng, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya, menjelaskan bahwa keracunan makanan tidak selalu disebabkan oleh bahan kimia. Menurutnya, banyak mikroorganisme juga bisa menjadi penyebab utama keracunan.

“Keracunan makanan tidak hanya disebabkan oleh bahan kimia. Banyak mikroorganisme dapat menyebabkan keracunan makanan,” ujarnya dalam wawancara dengan media lokal, Rabu (1/10/2025).

Liswara menekankan bahwa gejala keracunan makanan umumnya meliputi mual, muntah, diare, hingga demam. Dalam beberapa kasus, keracunan bisa berujung pada konsekuensi serius bahkan kematian jika tidak ditangani secara tepat.

“Contohnya keracunan Clostridium botulinum bisa menyebabkan kematian,” tambahnya.

Menurutnya, sumber kontaminasi bisa berasal dari berbagai faktor, seperti makanan yang terkontaminasi, air yang tidak bersih, tempat memasak yang tidak higienis, atau bahan pangan yang sudah kedaluwarsa. Semua faktor tersebut memiliki potensi besar untuk menyebabkan keracunan akibat mikroorganisme.

Ia juga menyoroti bahwa kejadian siswa mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama dalam waktu dekat merupakan indikasi kuat adanya kontaminasi. Meskipun kemungkinan adanya bahan kimia tetap ada, ia menilai kemungkinan lain seperti mikroorganisme juga harus dipertimbangkan.

“Bisa saja karena bahan kimia, tapi bisa juga karena mikroorganisme,” jelas Liswara.

Pentingnya Pengawasan dan Standar Keamanan Makanan

Dalam rangka mencegah terulangnya kasus serupa, Liswara menekankan perlunya penerapan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan yang lebih ketat, serta regulasi yang jelas dalam penyajian makanan kepada siswa.

“Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, protozoa, cendawan, dan mikroalga. Jenis yang paling sering mencemari makanan adalah bakteri, virus, dan cendawan mikroskopis,” paparnya.

Ia berharap agar kasus dugaan keracunan makanan di Palangka Raya dapat ditelusuri secara ilmiah agar penyebab pastinya jelas dan tidak menimbulkan simpang siur di masyarakat.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »