Hari Kopi Internasional: Aceh Tengah Siapkan Perbup Kopi Arabika Gayo

·

·

Peraturan Bupati tentang Kopi Arabika Gayo Diperkenalkan

Di tengah peringatan Hari Kopi Internasional, Pemkab Aceh Tengah bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Aceh Tengah dan Masyarakat Perlindungan Kopi Arabika Gayo (MPKG) mengawali pembahasan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kopi Arabika Gayo. Langkah ini menjadi momentum penting ditengah harapan besar bahwa di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kopi Arabika Gayo akan mendapatkan perhatian strategis dan dukungan penuh dalam rencana pembangunan nasional.

Kopi Arabika Gayo telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai salah satu arah pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, di balik peluang besar itu, ancaman serius tengah membayangi. Praktik bisnis tidak sehat berupa masuknya kopi luar daerah dalam bentuk green bean ke kawasan Gayo kian marak. Kopi tersebut kemudian diduga dicampur (blending) dan dijual dengan label Kopi Arabika Gayo.

Perbedaan harga yang cukup jauh dimanfaatkan oleh oknum pebisnis gelap. Pada akhirnya merugikan petani dan merusak citra Kopi Gayo di pasar global. Dari sisi regulasi, perlindungan sebenarnya sudah dimulai dengan adanya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI, serta penguatan lewat Peraturan Gubernur Aceh Nomor 32 Tahun 2022.

Kini, penyusunan Perbup Kopi Arabika Gayo menjadi langkah lanjutan untuk memperkokoh perlindungan, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat fiskal daerah. “Jelang panen raya kopi, semua pihak harus fokus agar kopi tetap menjadi napas ekonomi rakyat. Jika sektor kopi terganggu, otomatis roda ekonomi masyarakat akan melambat. Karena itu, teknokratik kopi perlu diperkuat agar Arabika Gayo tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang,” ujar Ketua Umum Dekopinda Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, Kamis (2/10/2025).

Ia juga menegaskan bahwa wacana dana bagi hasil kopi yang digulirkan Bupati Aceh Tengah harus disertai dengan rasionalisasi teknis dan koordinasi nasional bersama daerah penghasil kopi lainnya di Indonesia. Hal ini penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Diskusi perlindungan dan pengembangan kopi juga telah lama bergulir di masyarakat sipil dan adat, bahkan pernah mengemuka dalam ajang tahunan Desember Kopi. Harapannya, Perbup ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga menjadi cikal bakal lahirnya Qanun Kopi Arabika Gayo di masa mendatang.

Ancaman Terhadap Kopi Arabika Gayo

Adanya praktik bisnis tidak sehat seperti pencampuran kopi luar daerah dengan kopi lokal sangat mengkhawatirkan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi para petani yang menjual produk asli mereka dengan harga lebih rendah. Selain itu, citra Kopi Arabika Gayo di pasar global juga bisa rusak karena kualitas yang tidak terjaga.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah telah dilakukan. Pertama, adanya Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI memberikan perlindungan hukum terhadap produk lokal. Kedua, Peraturan Gubernur Aceh Nomor 32 Tahun 2022 memberikan dasar hukum yang lebih kuat untuk perlindungan kopis.

Namun, hal ini belum cukup. Penyusunan Perbup tentang Kopi Arabika Gayo menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan adanya Perbup, diharapkan bisa memberikan payung hukum yang lebih kuat dan memastikan bahwa produk lokal tetap terlindungi.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah daerah dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan reputasi Kopi Arabika Gayo. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan memastikan bahwa semua pihak patuh pada aturan yang ada. Sementara itu, masyarakat, terutama petani, harus diberdayakan agar bisa bersaing secara sehat di pasar.

Selain itu, dana bagi hasil kopi yang digulirkan oleh pemerintah perlu dikelola dengan baik. Diperlukan koordinasi antara daerah penghasil kopi dan pemerintah pusat agar distribusi dana bisa lebih adil dan bermanfaat bagi petani.

Masa Depan Kopi Arabika Gayo

Harapan besar ditempatkan pada Perbup tentang Kopi Arabika Gayo. Di masa depan, diharapkan Perbup ini bisa menjadi dasar untuk lahirnya Qanun Kopi Arabika Gayo. Dengan adanya Qanun, perlindungan terhadap produk lokal akan semakin kuat dan bisa menciptakan lingkungan bisnis yang sehat.

Tidak hanya itu, Qanun juga diharapkan bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Dengan demikian, Kopi Arabika Gayo bisa tetap eksis dan berkembang di tengah persaingan global.



Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »