Insinerator Sampah Diperhatikan, Mulai Dipasang di Gedebage Bandung

·

·

Pemerintah Kota Bandung Berupaya Capai Target Pengolahan Sampah 300 Ton

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengejar target pengolahan sampah hingga mencapai 300 ton pada akhir tahun 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan insinerator sampah di Pasar Gedebage. Meski demikian, penggunaan alat ini sempat menjadi perhatian masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto menjelaskan bahwa berdasarkan surat dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Maret lalu, terdapat aturan baru yang memperketat penggunaan teknologi thermal, bukan melarang penggunaan insinerator. Teknologi thermal yang dimaksud dalam surat tersebut terdiri dari tiga jenis, yaitu insinerator, pirolisis, dan gasifikasi. Semua teknologi tersebut diperbolehkan, tetapi dengan pengetatan.

Pengetatan Standar Insinerator

Menurut Darto, salah satu pengetatan yang diberlakukan adalah penggunaan alat yang telah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI) yang terbaru. \”Bukan lagi SNI yang tahun 2017, karena ada perbedaan dengan SNI yang tahun 2023,\” jelasnya.

Selain itu, operator atau badan usaha yang menggunakan teknologi thermal harus memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) tertentu. Pengetatan lainnya adalah pengukuran dan pengendalian polutan yang harus jelas. \”Semua peralatan yang kami pasang, yang menggunakan teknologi thermal itu, sudah memiliki SNI. SNI-nya tahun 2023. (Insinerator sampah) yang terpasang sekarang ada delapan, jadi yang belum terpasang tinggal enam lagi,\” ujarnya.

Mengurangi Beban Pengiriman Sampah

Darto menyebutkan bahwa insinerator yang sudah dan akan digunakan ditujukan untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti. \”Nah, karena itu hari ini di Kecamatan Gedebage itu akan mulai pemasangan insinerator,\” tambahnya.

Capai Titik Aman 300 Ton

Darto menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung mengejar target pemusnahan sampah hingga 300 ton hingga akhir tahun ini. Sejauh ini, hanya sekitar 160 ton yang telah diselesaikan melalui berbagai metode pengolahan di beberapa tempat.

\”Total yang sudah bisa kami olah dengan semua teknologi yang kami lakukan, termasuk yang di Pasar Gededage, itu sudah mencapai 160 ton lebih per hari. Jadi ada motah di situ, gasifikasi, komposter, magot, ada macam-macam, itu sekarang sudah mencapai 160 ton,\” jelasnya.

\”Itu belum seberapa, masih jauh, karena target kami memang 300 ton, 160 ton itu berarti setengahnya lah ya. Kenapa 300 ton? Karena untuk mencapai titik aman supaya tidak banyak tumpukan (sampah) di kota ini ya 300 ton, itu harus dicapai di akhir tahun 2025,\” sambung dia.

Teknologi Pengolahan Sampah yang Ramah Lingkungan

Oleh karena itu, Darto menambahkan bahwa Pemkot Bandung mengebut penggunaan teknologi pengolahan sampah yang paling mudah dijangkau dan ramah lingkungan. Meskipun demikian, dia menyatakan tidak akan memakai insinerator berkapasitas kecil guna memastikan penerapan SNI.

\”Daripada kecil-kecil banyak, mending disatukan dalam bentuk (insinerator) yang minimal 10 ton sehari, biar mudah memantaunya, mengontrolnya. Sebab teknologi thermal itu pasti ada polusinya, tapi polusi itu harus dikendalikan sesuai dengan regulasi,\” tukasnya.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »