Penjelasan Mengenai Isu Penyadapan Mikrofon di Meta
Petinggi Instagram, Adam Mosseri, telah memberikan penjelasan terkait isu yang sering muncul bahwa platform media sosial tersebut diam-diam mendengarkan percakapan pengguna. Hal ini dilakukan untuk menargetkan iklan secara lebih relevan. Mosseri mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan merupakan teori konspirasi yang sudah lama beredar.
Beberapa waktu lalu, isu mengenai Meta yang menggunakan mikrofon ponsel pengguna untuk merekam percakapan sudah pernah dibantah oleh perusahaan. Dalam akun Instagram pribadinya, Mosseri menyampaikan bantahan tersebut pada Rabu (2/10/2025), seiring dengan pengumuman perusahaan tentang upaya penargetan iklan kepada pengguna menggunakan data interaksi dengan produk AI milik Meta.
Mosseri menjelaskan bahwa ia sering kali berdiskusi tentang isu ini karena banyak orang meragukan sejauh mana efektivitas sistem penargetan iklan perusahaan. Perusahaan telah beberapa kali membantah klaim tersebut, dengan menyatakan bahwa Meta tidak perlu merekam percakapan pengguna untuk membuat rekomendasi iklan yang tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa hal ini akan menjadi pelanggaran besar terhadap privasi pengguna.
Pada 2016, Meta (saat itu masih bernama Facebook) menerbitkan sebuah postingan blog yang secara tegas menyatakan bahwa perusahaan tidak menggunakan mikrofon ponsel pengguna untuk menentukan iklan yang ditampilkan di News Feed. Beberapa tahun kemudian, CEO Meta Mark Zuckerberg dalam kesaksian di hadapan Kongres, kembali membantah bahwa perusahaan mengumpulkan data audio pengguna untuk tujuan tersebut.
Mosseri menjelaskan bahwa pengguna akan mengetahui jika mikrofon ponselnya menyala karena lampu indikator di bagian atas layar akan terlihat. Selain itu, pengguna juga akan merasakan baterai ponsel lebih cepat terkuras. Hal ini menjadi bukti bahwa aplikasi tidak bisa mengakses mikrofon tanpa izin pengguna.
Sistem rekomendasi yang dimiliki Meta sangat kuat karena cara kerjanya dengan para pengiklan. Pengiklan membagikan informasi kepada perusahaan mengenai siapa saja yang telah mengunjungi situs web mereka. Informasi tersebut membantu Meta menargetkan pengguna dengan iklan yang relevan. Selain itu, perusahaan menampilkan iklan kepada orang-orang berdasarkan apa yang menurutnya mungkin menarik bagi mereka, dengan melihat minat orang lain yang memiliki kesamaan profil dan ketertarikan.
Terbaru, Meta akan memanfaatkan AI untuk membuat keputusan penargetan iklan tersebut. Perusahaan menyatakan kebijakan privasi barunya memungkinkan penggunaan data dari interaksi konsumen dengan produk AI di sebagian besar pasar. Hal ini menunjukkan bahwa Meta terus berupaya meningkatkan efisiensi dan akurasi penargetan iklan tanpa mengorbankan privasi pengguna.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.