JAKARTA, ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah
Penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional Mengenai Ultra-Processed Food
Dalam rapat Komisi IX DPR yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (1/10/2025), Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengajukan pertanyaan terkait kepastian larangan produk ultra-processed food dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jawaban yang diberikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan gambaran lebih jelas tentang posisi pemerintah terhadap makanan yang diproses secara intensif.
Menurut Dadan, perlu dipahami bahwa teknologi pengolahan makanan telah berkembang pesat dan menghasilkan produk yang higienis serta aman untuk dikonsumsi. Namun, ia juga menyoroti adanya aspek negatif yang harus diperhatikan, khususnya terkait kandungan gula yang berlebihan pada beberapa jenis makanan tersebut.
“Terkait dengan produk ultra high processing, kami perlu sampaikan bahwa ini adalah perjalanan panjang science food technology,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan bahwa meskipun ada kritik terhadap makanan yang terlalu tinggi kadar gulanya, tidak semua produk ultra-processed food dianggap buruk. Salah satu contoh yang disebutkan oleh Dadan adalah susu ultra high temperature (UHT), yang dinilai sebagai produk ultra-processed yang baik karena rasanya plain dan aman untuk dikonsumsi.
Apakah Ultra-Processed Food Dilarang dalam Menu MBG?
Charles Honoris kemudian bertanya lebih lanjut mengenai apakah BGN memiliki komitmen untuk tidak menggunakan ultra-processed food dalam penyediaan MBG. Dadan menjawab bahwa produk-produk yang tidak sehat akan dihindari, tetapi produk-produk yang sehat dan aman tetap bisa masuk ke dalam menu MBG.
“Untuk beberapa produk yang mengandung banyak gula, kita akan hindarkan. Tetapi untuk beberapa produk yang dapat diterima seperti susu UHT yang rasanya plain, saya kira kita tidak membatasi itu, karena bagaimana pun itu adalah teknologi processing makanan yang baik untuk manusia dan aman bisa dikonsumsi,” jawab Dadan.
Peran Produk UMKM dalam Menu MBG
Selain itu, Dadan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam penyediaan menu MBG, terutama jika produk tersebut diproduksi secara higienis.
“Kami tentu saja akan mengutamakan produk UMKM dan apalagi kalau diproduksi secara higienis,” ujar Dadan.
Hal ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya fokus pada kualitas nutrisi makanan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM.
Keseimbangan Antara Teknologi dan Kesehatan
Pernyataan Dadan mencerminkan pendekatan yang seimbang antara penggunaan teknologi pengolahan makanan dan kebutuhan akan kesehatan masyarakat. Meski teknologi telah membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan konsumsi makanan, pemerintah tetap memastikan bahwa produk yang masuk ke dalam program MBG tetap sesuai dengan standar kesehatan.
Dengan demikian, kebijakan yang diambil oleh BGN tidak hanya berfokus pada penghapusan produk ultra-processed food secara keseluruhan, tetapi juga menilai setiap produk berdasarkan kandungan dan kualitasnya. Hal ini menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan kesehatan masyarakat.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.