Penguatan Sistem Digitalisasi di IPC TPK
PT IPC Terminal Petikemas (TPK) sedang berupaya memperkuat sistemnya melalui digitalisasi. Tujuan utamanya adalah untuk menawarkan pelayanan yang terintegrasi antara pelanggan dan IPC TPK. Proses digitalisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional terminal.
Presiden Direktur IPC TPK, Guna Mulyana, menjelaskan bahwa setelah merger Pelindo, IPC TPK menjadi anak usaha dari PT Pelindo Terminal Petikemas dan melakukan transformasi. Perseroan terlebih dahulu melakukan standarisasi terhadap para pekerja dengan mengajarkan basic container terminal operation. Cara kerja operasi terminal peti kemas ini umum digunakan di perusahaan global. Hal tersebut mencakup skill, pengetahuan dasar, hingga pengoperasian terminal berbasis perencanaan dan kontrol.
Setelah itu, IPC TPK kini gencar melakukan digitalisasi proses bisnis perusahaan. Dengan demikian, SDM di bawah IPC TPK telah memiliki standar yang mumpuni untuk melakukan proses digitalisasi dalam praktik operasional terminal peti kemas.
\”Jadi ada perencanaan dan pengontrolan atau monitoring, itu kita lakukan di planning and control room, dengan menggunakan terminal operating system yang disebut TOS Nusantara,\” katanya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (30/9/2025).
Dalam praktiknya di lapangan, IPC TPK memasang sejumlah alat pendukung yang digunakan untuk monitoring di sejumlah peralatan operasional perusahaan. Beberapa alat seperti vehicle mount terminal (VMT), pager, hingga handheld juga digunakan untuk mendukung kegiatan bongkar muat.
Guna menegaskan, penggunaan alat-alat digital tersebut diperuntukkan membantu proses bisnis agar dapat berjalan cepat dan efektif. Dengan begitu, seluruh proses bongkar muat peti kemas dapat terpantau melalui Planning & Control Room. Upaya digitalisasi ini telah dilakukan di sejumlah terminal di wilayah kerja IPC TPK, seperti Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Teluk Bayur, dan lain-lain.
Pengembangan Layanan Digital untuk Pengguna Jasa
Dari sisi pengguna jasa, upaya digitalisasi terus ditingkatkan oleh IPC TPK. Dahulu, pengguna jasa yang sebelumnya harus datang ke loket IPC TPK untuk pengurusan pelayanan, kini hanya perlu mengaksesnya secara daring.
\”Mereka tidak perlu datang ke terminal, mereka hanya cukup membuka device-nya, baik itu laptop atau telepon genggamnya, ada akses internet, mereka buka portal yang memang sudah kita sediakan,\” katanya.
Melalui saluran digital, para pengguna jasa kini telah bisa melakukan permohonan pengiriman atau penerimaan barang, pembayaran, hingga pencetakan kartu gate pass.
Rencana Ke depan: Truck Booking System dan Integrasi Data
Ke depannya, upaya penguatan sistem digitalisasi juga akan terus ditingkatkan oleh IPC TPK. Kini, perusahaan tersebut tengah mengembangkan layanan truck booking system, yang memungkinkan para pengguna jasa untuk merencanakan waktu kedatangan mereka di pelabuhan untuk melakukan proses bongkar muat. Sistem ini dibangun untuk menghindari kemacetan yang berlebih di pelabuhan saat peak season.
Terkini, sistem tersebut tengah dalam uji coba di beberapa pelabuhan dengan tingkat kemacetan yang tinggi, seperti Tanjung Priok, Semarang, atau Surabaya.
Selain itu, integrasi data antarterminal juga menjadi rencana digitalisasi ke depan guna memberikan kemudahan akses data bagi pengguna jasa PT Pelindo Terminal Petikemas dan grup usaha di bawahnya.
\”Ke depan kita akan kembangkan dan evaluasi bagian-bagian ini. Kemudian juga bersama dengan teman-teman asosiasi atau pengguna jasa agar program ini kita terus improve atau perbaiki sehingga di 2026 program ini tidak hanya di area Priok tapi di seluruh area yang memang benar-benar membutuhkan digitalisasi untuk truck booking system ini,\” tegasnya.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.