Kopi Excelsa, Raja Baru Kopi Spesial Sumedang

·

·

Kopi Excelsa: Varian Langka dengan Potensi Tinggi di Sumedang

Kopi adalah minuman yang memiliki banyak variasi, mulai dari rasa pahit hingga manis. Salah satu varietas kopi yang kini mulai menarik perhatian adalah kopi excelsa. Dikenal dengan rasa dominan sweetness, kopi ini menjadi bintang baru di dunia kopi specialty.

Kopi excelsa tumbuh di daerah tropis seperti Jambi dan Jombang. Di Jawa Barat, Sumedang menjadi salah satu sentra pengembangan kopi ini, meskipun lahan yang tersedia masih terbatas. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, luas lahan kopi excelsa hanya sekitar 88 hektare. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pohon kopi excelsa yang tersebar di pekarangan warga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang, Tono Suhartono, menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya menginventarisasi dan mengkoordinasikan pengembangan kopi excelsa agar lebih terarah. Ia menyatakan, “Ini tanggung jawab kami, bagaimana kami menginventarisasi dan mengkoordinir dari beberapa lokasi.”

Dari segi ekonomi, kopi excelsa menawarkan nilai lebih tinggi dibandingkan arabica dan robusta. Rainaldi, prosesor sekaligus petani kopi excelsa, menyebutkan bahwa harga cherry excelsa mencapai Rp 15.000 per kg, lebih tinggi dari arabica yang hanya Rp 12.000 dan robusta sebesar Rp 7.000 per kg.

Selain itu, produktivitas kopi excelsa juga lebih unggul. Umur tanaman bisa mencapai 100 tahun, dibandingkan arabica dan robusta yang rata-rata hanya bertahan 15–25 tahun. Saat panen, satu pohon excelsa mampu menghasilkan hingga 100 kg cherry, sedangkan arabica hanya 10 kg dan robusta sekitar 5 kg.

Namun, tantangan tetap ada dalam pengembangan kopi excelsa. Wawan, petani kopi excelsa asal Sumedang, mengungkapkan bahwa kebutuhan modal lebih besar karena rasio pengolahan buah ke greenbean lebih rendah. Ia menjelaskan, “Untuk menghasilkan 1 kg greenbean diperlukan 10 kg cherry excelsa. Arabica hanya 1:7 dan robusta 1:4.”

Melihat potensi yang dimiliki, Tokopedia dan TikTok Shop ikut ambil peran dalam mendukung pengembangan kopi excelsa. Dalam momentum Hari Kopi, kedua perusahaan berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang untuk memperkuat UMKM serta petani kopi lokal.

Head of Communications Tokopedia dan TikTok E-Commerce Indonesia, Aditia Grasio Nelwan, mengatakan bahwa inisiatif ini melanjutkan program digitalisasi kopi yang sebelumnya telah dilakukan di Lahat dan Kamojang sejak 2024. Ia berharap, melalui kolaborasi ini, dukungan berupa pemberian mesin pengolahan biji kopi dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas kopi excelsa, baik di pasar lokal maupun nasional.

Manfaat dan Tantangan Pengembangan Kopi Excelsa

Pengembangan kopi excelsa menawarkan berbagai manfaat, termasuk nilai ekonomi yang lebih tinggi dan produktivitas yang lebih baik. Namun, tantangan seperti modal yang lebih besar dan rasio pengolahan yang lebih rendah tetap harus dihadapi oleh para petani.

Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:

Peningkatan akses modal untuk petani kopi excelsa.

Pelatihan dan pendampingan teknis dalam pengolahan biji kopi.

* Penguatan jaringan pemasaran melalui platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop.

Dengan dukungan yang tepat, kopi excelsa dapat menjadi salah satu andalan dalam industri kopi Indonesia, memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan petani.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »