Limabelas Jenis Ikan Populer Bisa Beracun, Ini Cara Aman Mengolahnya

·

·

Lima Jenis Ikan Laut yang Perlu Diperhatikan

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis ikan laut yang sangat populer dan disukai masyarakat karena rasanya yang lezat dan khas. Ikan-ikan ini bisa diolah dengan berbagai cara, sehingga menjadi pilihan utama bagi konsumen. Namun, meskipun enak, ada lima jenis ikan laut yang perlu diperhatikan, karena dapat menimbulkan risiko keracunan jika tidak ditangani atau disimpan dengan benar.

Jenis-Jenis Ikan yang Bisa Menyebabkan Keracunan

Berdasarkan informasi dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada lima jenis ikan laut yang perlu diwaspadai. Mereka memiliki ukuran yang berbeda-beda, mulai dari besar hingga mikro. Berikut adalah daftar lengkapnya:

  • Tongkol – Ikan laut berukuran besar yang sering dikonsumsi.
  • Teri laut – Ikan kecil yang biasa digunakan sebagai bahan baku makanan.
  • Sarden – Ikan laut yang umumnya dikemas dalam kaleng.
  • Makarel – Ikan laut yang memiliki rasa khas dan sering diolah dengan berbagai cara.
  • Cakalang – Ikan laut yang populer di Indonesia dan sering dimasak dengan cara tertentu.
  • Tuna – Ikan besar yang sering diburu oleh nelayan dan diminati oleh konsumen.

Semua jenis ikan tersebut mengandung zat yang disebut histamin. Zat ini bisa terbentuk jika ikan tidak ditangani atau disimpan dengan benar. Histamin bisa menyebabkan keracunan jika kadar zat tersebut melebihi ambang batas yang aman.

Cara Menghindari Risiko Keracunan

Untuk memastikan bahwa ikan-ikan tersebut tetap aman dikonsumsi, sebaiknya dilakukan penanganan yang higienis dan penyimpanan pada suhu dingin di bawah 4 derajat Celsius. Dengan cara ini, risiko terbentuknya histamin dapat diminimalisir.

Selain itu, para konsumen juga bisa melakukan pengujian untuk mengetahui apakah ikan mengandung histamin. Batas aman untuk kadar histamin adalah maksimal 35 ppm. Jika kadar histamin lebih dari 35 ppm, maka ikan kemungkinan tidak segar. Sementara itu, jika kadar histamin melebihi 200 ppm, maka akan ada risiko kesehatan yang muncul.

Gejala yang Muncul Akibat Konsumsi Ikan Berhistamin

Jika seseorang mengonsumsi ikan yang mengandung histamin berlebihan, maka akan muncul berbagai gejala seperti:

  • Ruam pada wajah dan kulit bagian atas
  • Gatal
  • Sakit kepala
  • Mual atau diare ringan
  • Bibir bengkak
  • Badan lemas dan keringat berlebih
  • Rasa terbakar atau kesemutan pada mulut dan tenggorokan

Pihak KKP melalui akun Instagram @kkpgoid menjelaskan bahwa standar histamin dalam ikan di Indonesia hanya diperbolehkan sebesar 100 mg/kg. Jika kadar histamin melebihi 200 ppm, maka gejala mirip alergi bisa muncul.

Tips untuk Konsumen

Bagi para konsumen yang suka menyimpan ikan di rumah, penting untuk memperhatikan cara penyimpanan dan penanganan ikan. Dengan menjaga kebersihan dan suhu penyimpanan, risiko keracunan bisa diminimalisir. Selain itu, konsumen juga bisa memilih ikan yang segar dan berkualitas tinggi agar tetap aman untuk dikonsumsi.

Dengan memahami risiko yang muncul dari ikan laut yang mengandung histamin, masyarakat bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan diri serta keluarga.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »