Kehidupan Pasar Niki-niki di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Pada hari Rabu, tanggal 1 Oktober 2025, pasar Niki-niki di Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terlihat cukup ramai pada pukul 09.00 Wita. Warga dari berbagai kecamatan sekitar berbondong-bondong datang ke pasar ini untuk berbelanja atau menjual hasil pertanian dan ternak. Kendaraan pikap yang membawa penumpang dari kampung-kampung terus berdatangan dan menurunkan mereka di depan pasar.
Beberapa pikap membawa banyak penumpang sehingga penumpang lainnya terlihat bergelantungan di belakang kendaraan tersebut. Barang bawaan penumpang sebagian digantung di samping atau di atas atap pikap. Setelah menurunkan penumpang dan barang, pikap-pikap tersebut berjejer di depan pasar untuk menunggu penumpang kembali ke kampung tujuan.
Inilah gambaran umum pasar tradisional yang penuh dengan kehidupan. Di Pulau Timor, termasuk di Kabupaten Timor Tengah Selatan, pikap yang sebenarnya merupakan kendaraan kargo, namun dimodifikasi menjadi angkutan pedesaan untuk mengangkut penumpang dari desa ke kota atau sebaliknya.
Menurut Pasal 137 ayat 4 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009, mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang. Begitu pula dalam Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2012, mobil pikap dinyatakan sebagai mobil barang dan tidak diperuntukan untuk mengangkut orang. Meskipun demikian, aturan tersebut memperbolehkan penggunaan pikap untuk mengangkut orang dalam kondisi tertentu, seperti di daerah terpencil yang minim sarana transportasi.
Banyak daerah pedesaan di Timor memiliki infrastruktur jalan yang minim. Jalan-jalan di daerah tersebut ada yang beraspal, tetapi banyak yang berlubang-lubang. Kebanyakan jalan pedesaan hanya berupa pengerasan tanah tanpa aspal. Dalam kondisi ini, pikap muncul sebagai angkutan andalan yang mampu melibas medan sulit dengan muatan yang sering kali overload.
Warga di desa juga membeli mobil pikap untuk bisnis transportasi orang dan barang. Pikap juga menjadi kendaraan antar-jemput anak sekolah setiap hari dari desa ke pusat kota dan sebaliknya.
Modifikasi Pikap untuk Angkutan Pedesaan
Pikap yang digunakan sebagai angkutan pedesaan biasanya dimodifikasi terlebih dahulu sebelum beroperasi. Secara kasat mata, ada dua jenis modifikasi yaitu modifikasi fungsional dan modifikasi dekoratif.
Modifikasi Fungsional
Modifikasi fungsional melibatkan penambahan bagian pada kendaraan untuk mendukung pengangkutan orang dan barang. Beberapa contoh modifikasi fungsional adalah penambahan tenda, bangku penumpang, bumper belakang, tali pegangan penumpang, dan perangkat audio.
Pikap dari dealer hanya memiliki bak di bagian belakang untuk kargo. Oleh karena itu, pikap diberi tenda tambahan sehingga bak belakang difungsikan seperti kabin penumpang. Pembuatan tenda pikap dilakukan di bengkel las bukan karoseri. Tenda terdiri dari rangkaian pipa besi yang disesuaikan dengan ukuran panjang dan lebar bak pikap.
Rangka tenda kemudian didudukan di atas bibir bak bagian kiri dan kanan lalu dilekatkan dengan baut. Atap tenda berupa terpal plastik atau plat besi. Tenda ini melindungi penumpang dan barang dari panas dan hujan. Bagian atas atap kadang difungsikan sebagai bagasi barang bahkan tempat duduk penumpang.
Tempat duduk penumpang hanya berupa lempengan papan kayu yang diletakkan melintang di atas bibir bak. Kebanyakan pikap menggunakan empat lempeng papan kayu sebagai tempat duduk. Ada juga pikap yang menggunakan bangku panjang di kiri dan kanan yang saling berhadapan.
Bangku pikap bisa bongkar pasang sehingga kendaraan ini fleksibel dan serbaguna dalam memuat orang dan barang. Modifikasi penting lainnya adalah penambahan besi di belakang pikap yang kelihatannya seperti bumper belakang. Fungsinya sebagai pijakan saat penumpang akan naik ke atas pikap. Bumper tersebut juga berfungsi sebagai tempat penumpang berdiri dan bergelantungan saat muatan pikap sudah penuh.
Perangkat tambahan lain yang penting adalah tali pegangan di ujung rangka tenda bagian belakang. Tali tersebut berfungsi sebagai pegangan penumpang yang berdiri di atas bumper belakang. Tali pegangan tersebut dilapisi dengan selang plastik agar tangan tidak sakit saat memegangnya.
Pikap angkutan pedesaan juga kebanyakan dilengkapi perangkat audio untuk hiburan. Ada pikap yang hanya menggunakan speaker di kabin depan, namun ada yang memasang speaker di bagian belakang tempat duduk penumpang.
Modifikasi pikap seperti ini hanya ala kadarnya dan tidak aman, namun fungsional dalam membantu transportasi masyarakat di desa.
Modifikasi Dekoratif
Modifikasi dekoratif merupakan penambahan berbagai asesoris pada pikap untuk menambah estetika kendaraan. Asesoris tambahan seperti mud guard, wildop, over fender, air intake/snorkling, air dam, spoiler serta tulisan dan gambar.
Mud guard yang menggantung di belakang ban untuk menahan cipratan air atau lumpur, dibuat lebih panjang sehingga menonjol keluar belasan centimeter dari badan pikap. Kelihatannya pikap seperti over dimensi.
Banyak pikap juga memakai wildop pada velgnya. Ada yang memakai wildop hasil kreasi sendiri, misalnya dari tutupan ember cat. Ban pikap walaupun berukuran standar, namun pada bagian bawah kedua pintu kabin dipasangi over fender. Seakan-akan pikap menggunakan ban radial yang ukurannya lebih lebar sehingga harus dipasangi over fender untuk menahan cipratan air/lumpur dari ban.
Ada pula pikap yang memasang snorkling ala mobil offroad. Meskipun demikian, snorkling tersebut hanya hiasan semata dan tidak terhubung dengan mesin. Di bagian bawah bumper depan, ada pikap yang memakai air dam atau spoiler. Ada pula pikap yang memakai spoiler belakang di atas atap pikap.
Penggunaan over fender, spoiler, wildop, dan snorkling membuat pikap terlihat sporty bagai mobil balap. Tambahan hiasan lainnya berupa gambar atau tulisan pada kaca atau pintu belakang pikap. Gambar dan tulisan mengandung unsur religi, humor, cinta, sensual, dan sebagainya.
Inilah kisah pikap yang merupakan kendaraan andalan untuk angkutan pedesaan di Timor.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.