Perayaan Seni yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Pasar seni ITB 2025 akan menjadi acara yang lebih besar, inklusif, dan berfokus pada keberagaman seni. Acara ini tidak lagi sebatas acara mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), melainkan perayaan seni yang diinisiasi oleh seluruh sivitas akademika ITB. Transformasi ini dilakukan karena perkembangan industri kreatif Indonesia yang pesat dan menjadi salah satu pilar ekonomi.
Tema yang diangkat dalam Pasar Seni ITB 2025 adalah \”Setakat Lekat\”. Tema ini menekankan keberagaman praktek seni lintas disiplin, komunitas, dan generasi. Acara ini akan menghadirkan berbagai pameran LIGA KMSR ITB yang mengundang nama-nama besar seniman dan kolektif seperti Entri Soemantri, Tisna Sanjaya, Wiyoga Muhardanto, Isa Perkasa, Ajiba Haq, Nia Gautama, Renitta Karuna, Tactic Plastic, Studio Pancaroba, hingga Arsya Ardiansyah.
Pasar Seni ITB 2025 akan menghadirkan 257 tenant seni, kuliner, dan kreatif, serta lima foodtruck. Selain itu, tersedia berbagai fasilitas interaktif seperti peta navigasi digital dan area interaksi komunitas. Tujuan dari transformasi ini adalah menciptakan multiplier effect bagi Kota Bandung, mirip dengan festival seni di Yogyakarta dan Jakarta yang memberikan dampak besar bagi kota penyelenggara.
Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan menyebut bahwa festival ini bukan sekadar selebrasi seni rupa, tetapi juga momentum kebersamaan. Ia berharap pesan tersebut bisa sampai lebih luas lagi kepada masyarakat.
Visi Masa Depan yang Menjanjikan
Dekan FSRD ITB, Kahfiati Kahdar menekankan pentingnya kesinambungan tradisi Pasar Seni yang telah menjadi ikon budaya Bandung sejak puluhan tahun lalu. Pasar Seni ITB 2025 dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Oktober 2025 di kawasan ITB Kampus Ganesha. Acara ini akan menghadirkan ribuan pengunjung, ratusan tenant, serta rangkaian acara seni yang dirancang inklusif dan berkelanjutan.
Beberapa hal yang akan menjadi fokus dalam acara ini antara lain:
- Keberagaman seni – Dengan partisipasi seniman dari berbagai disiplin dan komunitas.
- Interaktivitas – Pengunjung dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang disediakan.
- Keterlibatan masyarakat – Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang bersama untuk seniman, masyarakat, dan berbagai sektor.
Potensi Ekonomi dan Budaya
Pasar Seni ITB 2025 diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kota Bandung. Seperti yang terlihat di kota-kota lain, festival seni dapat meningkatkan jumlah pengunjung, memperkuat sektor pariwisata, dan meningkatkan transaksi ekonomi.
Selain itu, pasar seni ini juga bertujuan untuk menjaga warisan budaya yang telah ada selama bertahun-tahun. Dengan adanya acara ini, harapan besar diletakkan agar Bandung dapat menjadi pusat festival seni nasional bahkan internasional.
Agenda dan Rencana Masa Depan
Pasar Seni ITB 2025 akan menjadi langkah penting dalam mengembangkan kota Bandung sebagai pusat seni dan budaya. Dengan rencana yang matang dan partisipasi yang luas, acara ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa agenda utama yang akan dilaksanakan:
- Pameran seni – Dengan partisipasi seniman ternama dan kolektif.
- Pameran kuliner – Menampilkan aneka hidangan khas dan inovatif.
- Aktivitas interaktif – Seperti peta navigasi digital dan area interaksi komunitas.
- Acara pendukung – Termasuk diskusi, workshop, dan pertunjukan seni.
Dengan demikian, Pasar Seni ITB 2025 akan menjadi acara yang tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun hubungan antara seniman, masyarakat, dan sektor-sektor lainnya.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.