Pilih yang Tepat: Air Fryer atau Oven?

·

·

Tips Menghemat Listrik dengan Peralatan Elektronik

Dengan meningkatnya biaya hidup, penting bagi banyak keluarga untuk mengetahui cara menghemat energi pada tagihan listrik. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah memilih peralatan elektronik yang hemat listrik. Namun, tidak semua orang tahu mana yang lebih hemat dan mana yang tidak. Misalnya, antara air fryer dan oven.

Perbedaan Cara Kerja Air Fryer dan Oven

Secara umum, air fryer adalah oven konveksi mini yang mengalirkan udara panas dengan kecepatan tinggi. Hal ini membantu memasak makanan dengan cepat dan merata, menghasilkan tekstur coklat dan renyah yang biasanya kamu dapatkan dari metode penggorengan tradisional. Saat menggunakan air fryer, makanan langsung dimasukkan ke baki atau keranjang sebelum mengatur suhu dan waktu yang tepat. Setelah matang, air fryer akan mati secara otomatis, meninggalkan makanan renyah dan lezat.

Sementara itu, oven konveksi listrik juga mengalirkan udara panas dengan kipas untuk membuat makanan menjadi renyah. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran dan efisiensi energi. Air fryer berukuran lebih kecil dan lebih hemat energi daripada oven besar. Namun, oven dapat memasak makanan dalam jumlah besar sekaligus, yang tentu lebih ekonomis dan efisien waktu daripada menggoreng dengan air fryer dalam jumlah banyak secara teratur.

Biaya Penggunaan Air Fryer dan Oven

Sebagai perkiraan umum, air fryer menghabiskan biaya antara US$0,20 (Rp3.340) hingga US$0,80 (Rp13 ribu) untuk beroperasi selama satu jam. Namun, biaya ini bisa berbeda tergantung model air fryer yang digunakan dan tarif energi di negara masing-masing. Di Inggris, misalnya, diperkirakan rumah tangga menghabiskan sekitar satu sen untuk setiap lima menit air fryer beroperasi.

Rumus sederhana untuk menghitung biaya operasional alat adalah mengalikan watt-nya (dalam kilowatt) dengan lama waktu penggunaan, lalu dikalikan dengan biaya listrik sesuai penyedia energi. Menurut Caroline Ross, spesialis listrik dapur di Tefal, keluarga rata-rata dapat menghemat lebih dari 80 persen penggunaan energi dan tagihan terkait memasak dengan melakukan beberapa perubahan kecil di dapur.

Kelebihan dan Kekurangan Air Fryer dan Oven

Air fryer yang lebih kecil biasanya menggunakan daya sekitar 1.000–1.200 watt untuk beroperasi, tergantung ukuran dan modelnya. Sementara model air fryer yang lebih besar dapat menggunakan daya hingga 1.700 watt. Sementara itu, oven cenderung menggunakan daya 2.000–5.000 watt. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat rata-rata air fryer. Akibatnya, oven konvensional akan menggunakan lebih banyak listrik daripada oven mini.

Mana yang Lebih Hemat Listrik: Air Fryer atau Oven?

Dalam hal penghematan biaya listrik, air fryer umumnya lebih hemat energi daripada oven. Pertama, ukurannya lebih kecil dan membutuhkan waktu pemanasan awal yang lebih singkat, sehingga menggunakan lebih sedikit energi. Dalam kebanyakan kasus, air fryer memasak lebih cepat daripada oven dan umumnya menggunakan lebih sedikit listrik saat memasak dengan durasi kurang-lebih sama dengan oven.

Satu-satunya kekurangannya adalah air fryer hanya lebih ekonomis jika kamu memasak makanan dalam jumlah kecil. Jika memasak dalam jumlah besar atau memiliki keluarga besar, oven jauh lebih unggul, serbaguna, dan hemat biaya. Selain itu, apabila memasak kalkun untuk pesta, menggunakan oven akan terbukti lebih hemat biaya karena memanfaatkan ruang dan panas secara maksimal.

Apakah Air Fryer Lebih Murah Daripada Oven dalam Jangka Panjang?

Itu semua tergantung pada gaya hidup kamu, seberapa banyak memasak, dan tingkat konsumsi energi. Meski air fryer terbukti lebih hemat energi berdasarkan ukuran dan watt-nya, peralatan ini masih jauh dari serbaguna seperti oven konvensional yang ekonomis untuk memasak dalam jumlah besar.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »