Rusia Tertinggal dalam Perang AI Global, Teknologi Dibungkam oleh Rezim Putin

·

·

Peran Teknologi di Dunia yang Berubah

Di tengah persaingan global untuk memimpin dalam bidang kecerdasan buatan (AI), Rusia tampaknya ketinggalan. Negara yang dulu memiliki tradisi kuat dalam bidang teknologi dan insinyur kini kesulitan mempertahankan posisinya akibat berbagai tekanan politik dari pemerintah.

Berbagai negara, mulai dari Korea Selatan hingga Kazakhstan, telah meluncurkan strategi nasional untuk mengembangkan AI. Rusia sendiri sejatinya memiliki ekosistem teknologi yang cukup baik, dengan perusahaan seperti Yandex dan VKontakte, serta aplikasi pesan Telegram yang didirikan oleh Pavel Durov. Bahkan Presiden Vladimir Putin pernah menyatakan bahwa \”siapa yang memimpin dalam AI akan menguasai dunia.\” Namun, tiga tahun setelah ledakan AI global, kehadiran Rusia justru nyaris tidak terlihat.

Meski begitu, teknologi AI tetap memiliki arti bagi Moskwa. Dalam perang drone di Ukraina, sistem otonom semakin berperan dalam menentukan arah pertempuran. Rusia bahkan diketahui menyelundupkan ribuan chip, termasuk prosesor GPU kelas atas, untuk memperkuat armada drone berbasis AI. Namun, pada kenyataannya, posisi Rusia dalam lanskap global tetap sebatas pemain pinggiran.

Pusat Data Raksasa di Finlandia

Ironisnya, di Finlandia justru berdiri pusat data raksasa yang awalnya dimiliki Yandex. Kini fasilitas itu dikelola oleh Nebius, perusahaan yang berhasil menandatangani kontrak senilai 17,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 289 triliun (kurs Rp 16.640 per dolar AS) dengan Microsoft untuk mengoperasikan pusat data di Amerika Serikat. Nebius, yang lahir dari pengasingan akibat perang Rusia-Ukraina, kini melesat menjadi pesaing utama perusahaan komputasi awan global.

Kondisi ini berakar dari represi Kremlin terhadap sektor teknologi jauh sebelum invasi Ukraina. Yandex dipaksa menyaring informasi politik sensitif, meskipun perusahaan tersebut pernah menjadi simbol keberhasilan teknologi Rusia di luar industri minyak dan gas. Namun, invasi 2022 menghancurkan keseimbangan itu. Banyak eksekutif dan karyawan meninggalkan Rusia, sebagian karena menolak propaganda Kremlin, sebagian untuk menghindari wajib militer.

Penolakan Terbuka dan Transformasi Perusahaan

Sikap penolakan paling tegas datang dari Arkady Volozh, salah satu pendiri Yandex. Pada 2023, dia secara terbuka mengecam kebijakan Moskwa. \”Invasinya barbar, dan saya secara tegas menentangnya,\” ujar Volozh. Pernyataan ini kemudian membuka jalan bagi Uni Eropa untuk mencabut sanksi terhadapnya pada tahun berikutnya.

Tidak lama kemudian, pada awal 2024, Yandex resmi melepas seluruh asetnya di Rusia dengan harga diskon besar kepada investor yang dekat dengan Kremlin. Sementara itu, aset non-Rusia direstrukturisasi dan berdiri dengan nama baru, Nebius. Transformasi ini menandai berakhirnya era Yandex sebagai raksasa teknologi Rusia, sekaligus lahirnya pesaing baru dalam industri komputasi awan global.

Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Lokal

Sementara itu, Yandex di Rusia harus beroperasi dalam iklim ekonomi yang kian termiliterisasi dan kehilangan banyak talenta terbaiknya. Perusahaan teknologi domestik lebih sibuk mempertahankan pasar dalam negeri daripada membangun jaringan global. Berkurangnya kehadiran perusahaan asing memang mengurangi persaingan lokal, tetapi sekaligus memadamkan ambisi Rusia untuk berperan di tingkat internasional.

Harapan bahwa Rusia bisa kembali melahirkan perusahaan teknologi besar pun pupus. Tradisi panjang ekspor talenta, dari Igor Sikorsky hingga Sergey Brin, memang berlanjut, tetapi ironisnya justru pada saat negara sangat membutuhkan mereka untuk bersaing dalam revolusi AI. Dengan AI dipandang sebagai salah satu lompatan teknologi terbesar abad ini, keputusan Putin membungkam ekosistem teknologi domestik membuat Rusia semakin tertinggal.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »