Setelah 10 Tahun Vakum, Pasar Seni ITB Kembali Hadir 18-19 Oktober dengan Skala Lebih Besar

·

·

Pengembangan Pasar Seni ITB yang Menjadi Pusat Kreativitas

Setelah vakum selama lebih dari 10 tahun, Pasar Seni ITB kembali hadir dengan skala yang lebih besar dan konsep yang lebih segar. Festival seni yang pertama kali diadakan pada tahun 1972 ini kini hadir dengan tema Setakat Lekat. Tema ini merupakan ajakan untuk menyatukan praktik seni lintas disiplin, komunitas, dan generasi dalam satu ruang perayaan bersama.

Pasar Seni ITB akan berlangsung pada 18-19 Oktober 2025 di Kampus ITB, Jalan Ganesha, dan Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung. Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr A Rikrik Kusmara menjelaskan bahwa selama vakum, Pasar Seni ITB telah menyiapkan transformasi ke format yang baru. Salah satunya adalah pelaksanaan dua hari. Selain itu, sebelumnya, Pasar Seni hanya menjadi hajatan FSRD ITB, sedangkan kini menjadi acara ITB dan masuk ke tingkat nasional.

\”Selama 10 tahun vakum, ada perkembangan besar di industri kreatif. Apalagi, saat ini industri kreatif menjadi salah satu pilar utama ekonomi Indonesia, terutama dari sektor UMKM. Untuk itulah, Pasar Seni ITB memiliki makna strategis bagi kampus dan ekosistem seni Indonesia,\” tutur Rikrik pada konferensi pers Pasar ITB di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.

Menurut Rikrik, Pasar Seni ITB bukan hanya ajang mahasiswa berkreasi, tapi juga ruang lahirnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya, Pasar Seni ITB dapat menjadi pusat kreativitas, seni, dan inovasi yang memberi dampak hingga level Asia Tenggara.

\”Semoga Pasar Seni ITB bukan hanya event sekali datang, tetapi mampu mendorong lahirnya ekosistem kreatif yang berkelanjutan, baik di kampus maupun masyarakat. Mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas kami ajak untuk berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi melalui Pasar Seni ITB,\” kata Rikrik.

Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan menyebutkan bahwa Pasar Seni ITB selalu menjadi ruang perjumpaan. Dia menegaskan bahwa Pasar Seni bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi momentum lintas batas yang menyatukan seniman, masyarakat, dan berbagai sektor untuk bergerak bersama.

\”Persiapan Pasar Seni ITB 2025 hampir satu tahun. Kami merasa ini menjadi momentum yang tepat Pasar Seni hadir lagi, karena sudah berhenti cukup lama. Oleh karena itu, spektrum Pasar Seni ITB 2025 menjadi sangat luas karena bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk alumni dan komunitas,\” ungkap Zusfa.

Tahun ini, Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB menghadirkan pameran karya dari nama-nama besar maupun kolektif. Antara lain Entri Soemantri, Tisna Sanjaya, Wiyoga Muhardanto, Isa Perkasa, Ajiba Haq, Nia Gautama, Renitta Karuna, Tactic Plastic, Studio Pancaroba, dan Arsya Ardiansyah. Kehadiran mereka memperkaya ragam perspektif seni yang dipamerkan, sekaligus menegaskan Pasar Seni sebagai ruang dialog lintas generasi.

Salah satu rangkaian Pasar Seni ITB adalah Adicitra Ganesha, Pameran sekaligus lelang seni eksklusif yang mempertemukan karya maestro nasional, alumni ITB, dan seniman dari berbagai kota. Dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), Adicitra Ganesha akan menghadirkan pengalaman artistik.

\”Pasar Seni ITB 2025 hadir bukan hanya untuk melanjutkan tradisi, tetapi juga untuk memperluas dampaknya. Festival ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya karya-karya baru, lahirnya kolaborasi segar, serta terbangunnya kesadaran bahwa seni, inovasi, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,\” ujar Zusfa.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: VIP2026 Setiap transaksi di askai.my.id.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID

Baca Komik Manga (Askai Manga) di MANGA.AINIME.ID


 

Translate »