Proses Mendapatkan Sertifikat Laik Higienis untuk Dapur Makan Bergizi Gratis
Dalam upaya memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menetapkan beberapa tahapan yang harus diikuti oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat memperoleh sertifikat laik higienis. Hal ini dilakukan guna menjaga standar kesehatan lingkungan dan memastikan bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi syarat dalam penerbitan sertifikat tersebut. Pertama, persyaratan administrasi harus dipenuhi dengan lengkap. Kedua, pihak Dinkes akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan bahwa kondisi fisik sesuai dengan dokumen yang diajukan. Terakhir, uji laboratorium juga menjadi bagian penting dalam proses ini.
“Pertama pastinya persyaratan administrasi harus dipenuhi. Kedua, kita mesti mengecek kesesuaian antara dokumen administrasi dengan kondisi lapangan. Nanti kita pasti turun. Prosesnya seperti itu,” jelas Alin dalam pernyataannya, Rabu (1/10/2025).
Standar Laik Higienis Sanitasi (SLHS)
Sertifikat higienis yang dikeluarkan oleh Dinkes Tangsel mengacu pada Standar Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Standar ini mencakup berbagai aspek, termasuk inspeksi kesehatan lingkungan. Dengan adanya SLHS, setiap dapur MBG diwajibkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Alin menambahkan bahwa salah satu hal penting dalam proses ini adalah persyaratan laboratorium. Uji laboratorium ini meliputi baku mutu dari berbagai aspek, seperti air dan peralatan yang digunakan. “Baku mutu itu bisa dari air, kemudian dari peralatan, itu nanti dicek juga, menyeluruh sampai ke orangnya,” katanya.
Pemeriksaan Laboratorium
Proses pemeriksaan laboratorium akan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua komponen yang terlibat dalam penyajian makanan memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Selain itu, Alin menjelaskan bahwa proses penerbitan sertifikat dapat dilakukan maksimal dalam waktu 14 hari kerja setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap. Namun, sering kali proses ini terhambat karena ketidaksiapan pihak dapur saat inspeksi lapangan.
“Biasanya itu lamanya ketika kita turun ada yang kurang harus dilengkapi dan ternyata belum dilengkapi. Setelah dinyatakan lengkap, nah itu ada 14 hari selesai pelayanan publik itu ya harus sudah terbit,” ujar Alin.
Pentingnya Persiapan Awal
Dari penjelasan Alin, terlihat bahwa persiapan awal sangat penting dalam mempercepat proses penerbitan sertifikat laik higienis. Dapur MBG yang ingin mendapatkan sertifikat harus memastikan bahwa semua dokumen administrasi telah lengkap dan kondisi lapangan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selain itu, pihak dapur juga perlu mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam uji laboratorium. Ini termasuk memastikan kualitas air, kebersihan peralatan, serta kebersihan diri para pengelola makanan. Dengan demikian, proses pemeriksaan akan berjalan lebih lancar dan sertifikat dapat diterbitkan tepat waktu.
Kesimpulan
Proses mendapatkan sertifikat laik higienis bagi dapur MBG memerlukan persiapan yang matang dan pemenuhan berbagai syarat yang telah ditetapkan. Dengan adanya standar SLHS, masyarakat dapat merasa lebih aman dalam mengonsumsi makanan yang disajikan. Oleh karena itu, para pengelola dapur MBG diharapkan dapat mematuhi semua ketentuan yang berlaku agar dapat memberikan layanan yang optimal dan berkualitas.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.