XLSmart Menerapkan Registrasi Simcard dengan Scan Wajah, Komdigi Sedang Kaji Regulasi
XLSmart kini mengikuti langkah Telkomsel dalam menerapkan registrasi simcard melalui pindai wajah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini sedang melakukan kajian terkait aturan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi tersebut. Direktur sekaligus Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menjelaskan bahwa registrasi simcard melalui scan wajah masih bersifat opsional bagi pelanggan. Penerapan teknologi ini juga sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku saat ini.
Teknologi biometrik yang digunakan oleh XLSmart terhubung langsung dengan basis data kependudukan nasional, sehingga proses verifikasi dapat dilakukan secara otomatis untuk memastikan akurasi data pengguna. Dengan menggunakan scan wajah, proses registrasi simcard diklaim menjadi lebih cepat dan memperkuat standar Know Your Customer (KYC), guna meningkatkan keamanan data serta meminimalkan potensi penipuan identitas dan penyalahgunaan data.
Regulasi yang Sedang Dikaji oleh Komdigi
Selain XLSmart, Komdigi juga tengah meninjau kemungkinan penggunaan scan wajah atau sidik jari sebagai metode registrasi simcard. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Komdigi telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Teknologi Modul Identitas Pelanggan Melekat atau embedded Subscriber Identity Module dalam Penyelenggaraan Telekomunikasi pada April lalu.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan penerapan registrasi face recognition atau pengenalan wajah untuk pengguna seluler pada tahun ini. Komdigi juga sedang menyusun Peraturan Menteri terkait penerapan registrasi simcard dengan scan wajah.
Pada April lalu, Menteri Komdigi Meutya Hafid menguji coba registrasi eSIM dengan verifikasi data biometrik melalui pengenalan wajah dan/sidik jari. Menurutnya, eSIM lebih aman karena menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data biometrik.
Alasan Menggunakan Scan Wajah untuk Registrasi Simcard
Meutya Hafid menjelaskan bahwa pendaftaran eSIM lebih aman karena menggunakan NIK dan data biometrik. Berdasarkan survei yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI bertajuk Survei Penggunaan Internet di Indonesia, sebanyak 36,6% responden pernah mengganti nomor telepon dalam lima tahun terakhir. Alasan utama pergantian nomor HP yakni kehilangan perangkat (39,1%), kerusakan simcard (35,8%), dan keinginan mengganti identitas digital (5,5%). Meski demikian, 99% pengguna tetap menggunakan identitas asli saat registrasi nomor baru.
Namun, survei juga mencatat 1% responden menggunakan identitas orang lain. \”Penyalahgunaan identitas ini sangat berbahaya, apalagi jika nomor baru tersebut digunakan dalam platform digital,\” ujar Direktur Riset dan Komunikasi KedaiKOPI Ibnu Dwi Cahyo dalam keterangan pers, pada Mei (27/5).
Proses Registrasi Biometrik di XLSmart
Sebagai bagian dari implementasi awal, pelanggan XL dan AXIS dapat memanfaatkan layanan registrasi biometrik melalui situs registrasi.xl.co.id, sementara pelanggan Smartfren dapat mengaksesnya lewat smartfren.com/activation.
Telkomsel sendiri telah menguji coba registrasi simcard lewat scan wajah sejak Ramadan. Vice President Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Saki Hamsat Bramono menyatakan bahwa proses ini masih dalam tahap pengembangan. Ia menambahkan bahwa Telkomsel telah mempersiapkan proses registrasi eSIM dengan biometrik dan akan mengikuti semua aturan dari pemerintah.
Merza Fachys berharap regulasi resmi terkait registrasi biometrik dari Komdigi dapat segera dirilis, supaya penerapan registrasi simcard berbasis pengenalan wajah bisa lebih terarah, konsisten, dan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku industri telekomunikasi.
Keuntungan dan Tantangan dari Registrasi Biometrik
Penggunaan teknologi biometrik seperti scan wajah dalam registrasi simcard memiliki beberapa keuntungan, termasuk mempercepat proses registrasi dan meningkatkan keamanan data. Namun, tantangan seperti privasi data dan kepercayaan pengguna tetap menjadi isu penting yang harus diperhatikan. Komdigi dan operator telekomunikasi perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa sistem ini tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan transparan bagi pengguna.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan penggunaan simcard akan semakin terjamin keamanannya, sekaligus mendukung transformasi digital nasional yang lebih baik.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.